Sabtu, 9 Mei 2026

Kebutuhan Gula 2026 Aman, Produksi Tembus 3,04 Juta Ton Surplus Untuk Konsumsi 

Produksi gula 2026 diprediksi 3,04 juta ton, cukup penuhi konsumsi dan berpotensi surplus

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Wiwit Purwanto
PTPN X
CAPAI 3,04 JUTA TON - Tahun 2026 ini, produksi GKP diproyeksikan mencapai 3,04 juta ton, dengan produktivitas tebu berada pada angka 70,87 ton per hektare.  

Ringkasan Berita:
  • Produksi gula 2026 capai 3,04 juta ton, konsumsi sekitar 2,8 juta ton 
  • Surplus gula konsumsi diperkirakan sekitar 0,2 juta ton 
  • Tantangan masih pada kebutuhan gula industri yang lebih besar 

 

Kebutuhan Gula Konsumsi di Tahun 2026 Diprediksi Surplus dengan Capaian Produksi 3,04 Juta Ton


SURYA.CO.ID SURABAYA — Berdasarkan hasil pertemuan taksasi awal giling Gula Kristal Putih (GKP) Tahun 2026 yang dilaksanakan bersama seluruh pabrik gula se-Indonesia di Surabaya, produksi gula nasional diproyeksikan mencapai 3,04 juta ton. 

Data yang dihimpun menunjukkan luas areal panen tebu existing nasional mencapai 576.538 hektare.

"Dari sisi produktivitas, rata-rata hasil GKP diperkirakan sebesar 5,28 ton per hektare. Sedangkan produktivitas tebu berada pada angka 70,87 ton per hektare," kata Dr Abdul Roni Angkat, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian, Sabtu (18/4/2026).

Sementara itu, rata-rata rendemen nasional diproyeksikan mencapai 7,45 persen, mencerminkan efisiensi pengolahan tebu menjadi gula yang terus mengalami perbaikan.

Surplus Untuk Konsumsi

"Dengan total produksi sebesar 3,04 juta ton, capaian tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat yang berada pada kisaran 2,8 juta ton. Dengan demikian, terdapat potensi surplus sekitar 0,2 juta ton untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga," jelas Abdul Roni.

Baca juga: Industri Gula Bergantung pada Petani Tebu, Dirut SGN Mahmudi Janjikan Perbaikan Layanan

Dia juga menyampaikan kondisi ini menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga gula konsumsi di dalam negeri. 

Selain itu, surplus untuk kebutuhan konsumsi menunjukkan bahwa program peningkatan produktivitas tebu dan perbaikan kinerja industri gula mulai memberikan hasil nyata.

Namun demikian ia menyampaikan tantangan masih dihadapi pada pemenuhan kebutuhan gula nasional untuk sektor industri. 

Pada tahun 2026, kebutuhan gula industri diperkirakan mencapai 3,4 juta ton, jauh lebih besar dibandingkan pasokan GKP yang selama ini difokuskan untuk konsumsi masyarakat.

“Karena itu, penguatan industri gula nasional perlu terus diarahkan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga mendukung kebutuhan bahan baku industri makanan, minuman, dan sektor manufaktur lainnya," ungkap Abdul Roni.

Langkah strategis yang dapat ditempuh antara lain melalui perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas kebun, modernisasi pabrik gula, penggunaan varietas unggul, serta percepatan investasi di sektor hilir gula. 

Baca juga: Ekspor Gula Aren Pacitan Tembus 3 Benua, Khofifah: Jatim Rajai Ekonomi Kehutanan

Capaian ini didorong berbagai intervensi pemerintah, mulai dari bongkar ratoon, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani.

Sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, petani tebu, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional secara menyeluruh, baik untuk konsumsi maupun industri.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved