Sabtu, 25 April 2026

Warga Sulit Cari Elpiji 3 Kilogram, DPRD Jombang Desak Perbaikan Distribusi

DPRD setempat yang menekankan perlunya pembenahan distribusi, setelah banyak warga melaporkan kesulitan memperoleh LPG 3 kg

Surya.co.id/Anggit Puji Widodo
ELPIJI - Elpiji tiga kilogram di toko milik warga di Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai kesulitan mendapatkan stok, Jumat (10/4/2026). DPRD mendesak adanya pembenahan distribusi elpiji di wilayah Kabupaten Jombang 

Ringkasan Berita:
  • Warga Jombang kesulitan mendapatkan LPG 3 kg, distribusi tersendat dan kebutuhan melonjak. 
  • DPRD Jombang desak evaluasi distribusi, pengawasan ketat untuk cegah penimbunan dan penjualan di atas HET.
  • Pelaku UMKM terdampak, sebagian harus mencari gas hingga luar kecamatan, terancam berhenti berjualan.  

 

SURYA.co.id, JOMBANG - Kelangkaan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram mulai terasa sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Kondisi ini memicu perhatian DPRD setempat yang menekankan perlunya pembenahan distribusi, setelah banyak warga melaporkan kesulitan memperoleh LPG 3 kg di tingkat pengecer.

Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, kepada SURYA.co.id menuturkan, pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait sulitnya memperoleh LPG 3 kg di tingkat pengecer.

"Keluhan warga memang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Mereka kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi," ucapnya saat dikonfirmasi SURYA.co.id, pada Rabu (15/4/2026).

Distribusi di Lapangan Tersendat

Menurut dia, tersendatnya distribusi di lapangan diduga menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan. 

Selain itu, lonjakan kebutuhan masyarakat juga memperparah kondisi sehingga pasokan di tingkat bawah menjadi tidak merata.

DPRD, kata Anas, akan mendorong pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem distribusi agar ketersediaan LPG kembali normal.

Pengawasan Perlu Diperketat

Pengawasan juga perlu diperketat guna mencegah praktik penimbunan maupun penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

"Distribusi harus dipastikan lancar dan merata. Kami juga minta ada tindakan tegas terhadap pelanggaran, termasuk penimbunan dan penjualan di atas HET," ujarnya melanjutkan.

Ia juga menekankan, LPG 3 kg merupakan barang subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, penyalurannya harus tepat sasaran.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar tidak memperburuk kondisi di lapangan.

"Kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying," ungkapnya.

Pelaku UMKM Mengaku Kesulitan Cari Elpiji

Kelangkaan ini turut dirasakan pelaku UMKM. Nasihin (43), pedagang nasi pecel, mengaku kesulitan memperoleh LPG untuk keperluan memasak.

Ia bahkan harus berkeliling ke beberapa kecamatan seperti Peterongan dan Sumobito, namun tidak menemukan stok.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved