Rabu, 15 April 2026

Kadin Jatim: Minimnya Adopsi Riset Hambat Transformasi Ekonomi

Adopsi riset di industri Jatim masih minim. Kadin dorong kolaborasi untuk percepat transformasi ekonomi.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Sri Handi Lestari
RISET INDUSTRI - Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, saat memberi paparan bertema Dari Riset ke Dampak: Sinergi Inovasi dan Industri untuk Transformasi Jawa Timur” dalam kegiatan Dialog Strategis "Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Week Universitas Airlangga" di Kampus Unair, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (14/4/2026). Dia menegaskan perlunya riset industri yang bisa diimplementasikan dalam kegiatan usaha, untuk mendorong transformasi ekonomi Jatim. 
Ringkasan Berita:
  • Adopsi hasil riset oleh industri di Jawa Timur masih rendah dan banyak berhenti di tahap publikasi.
  • Kadin Jatim mendorong perubahan ke riset berbasis kebutuhan industri (demand-driven).
  • Kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah dinilai penting untuk meningkatkan dampak ekonomi.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Adopsi hasil riset oleh industri di Jawa Timur (Jatim) dinilai masih sangat minim. Padahal, sinergi antara dunia riset dan industri menjadi kunci dalam mendorong transformasi ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim), Adik Dwi Putranto, dalam kegiatan Dialog Strategis DRI Week di Universitas Airlangga (Unair) pada Selasa (14/4/2026).

“Sejauh ini riset yang dilakukan hanya terhenti pada publikasi. Padahal untuk mendorong transformasi ekonomi di Jatim membutuhkan sinergi yang kuat antara dunia riset dan industri,” kata Adik.

Jatim Punya Fondasi Ekonomi Kuat

Secara makro, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. Pada 2025, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai sekitar Rp 3.403 triliun dengan pertumbuhan ekonomi 5,33 persen.

  • Industri pengolahan menyumbang sekitar 31 persen
  • Konsumsi rumah tangga mencapai 60 persen
  • Sektor transportasi dan logistik tumbuh di atas 9 persen

“Peran strategis Jatim semakin terlihat sebagai hub manufaktur dan logistik di kawasan Indonesia Timur,” jelas Adik.

Kesenjangan Riset dan Industri Masih Jadi Masalah

  • Banyak riset berhenti di tahap publikasi
  • Keterlibatan industri dalam riset masih rendah
  • Mekanisme hilirisasi belum kuat
  • Dampak ekonomi dari riset masih terbatas

“Masih terdapat persoalan mendasar yang menghambat optimalisasi potensi tersebut, yakni kesenjangan antara riset dan industri,” ungkapnya.

“Diperlukan pergeseran menuju pendekatan demand-driven research, yakni riset yang berbasis pada kebutuhan nyata industri,” tegas Adik.

Tujuh Prioritas Riset Strategis

  • Inovasi produk industri
  • Efisiensi proses produksi
  • Digitalisasi dan pemasaran global
  • Pemanfaatan teknologi dan AI
  • Penerapan prinsip ESG
  • Penguatan regulasi
  • Pengembangan SDM

Langkah Implementasi Konkret

  • Pembentukan Industrial Problem Bank
  • Pembentukan Joint Research Task Force
  • Proyek percontohan hilirisasi riset
  • Program inkubasi dan komersialisasi
  • Dukungan pendanaan riset terapan

“Dengan pendekatan ini, Kadin berharap tercipta ekosistem inovasi yang lebih terintegrasi,” pungkas Adik.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved