Kamis, 16 April 2026

Siswa SMP Gresik Kena Peluru Nyasar: Ibu Korban Wadul ke DPRD Jatim

Orang tua siswa SMP di Gresik yang terkena peluru nyasar mengadu ke DPRD Jatim. Fokus pada pemulihan trauma dan evaluasi lapangan tembak.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Yusron Naufal Putra
WADUL - DPRD Jatim saat menerima orang tua korban dugaan kasus peluru nyasar yang terjadi di Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Pertemuan yang berlangsung di gedung dewan, Selasa (14/4/2026), Dewan menyatakan siap memediasi kasus ini guna menemukan solusi terbaik. 

Ringkasan Berita:
  • Dewi Muniarti, ibu korban peluru nyasar di Gresik, mendatangi DPRD Jatim untuk meminta mediasi dan evaluasi lapangan tembak.
  • Keluarga menolak perawatan di RS militer dan mengembalikan uang tali asih demi fokus pada konsistensi pengobatan di RS awal.
  • DPRD Jatim berkomitmen melakukan mediasi dengan TNI AL untuk menyelesaikan kasus yang menimpa siswa SMPN 33 Gresik ini secara profesional.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kasus dugaan peluru nyasar yang menimpa seorang siswa SMP di Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), beberapa waktu lalu kini resmi bergulir ke meja wakil rakyat di DPRD Jatim.

Dewi Muniarti, orang tua korban berinisial DFH, mendatangi Gedung Indrapura untuk mengadukan nasib anaknya kepada komisi terkait, Selasa (14/4/2026).

Kedatangan Dewi diterima langsung oleh jajaran pimpinan Komisi A dan Komisi C DPRD Jatim, guna membahas kelanjutan penanganan medis serta dampak trauma yang dialami putranya.

Detail Pertemuan di Gedung Indrapura

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Badan Musyawarah tersebut, sejumlah pejabat legislatif turut hadir mendengarkan aspirasi orang tua korban.

Pertemuan ini juga mendapat pengawalan dari sejumlah mahasiswa persatuan BEM, yang menaruh atensi pada keselamatan siswa di lingkungan sekolah.

"Besar harapan saya, ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik," ungkap Dewi kepada awak media usai sesi audiensi selesai.

Kronologi dan Kondisi Korban

Peristiwa memilukan ini bermula pada akhir tahun 2025, saat DFH sedang berada di musala SMPN 33 Gresik untuk menjalankan ibadah.

Tiba-tiba, sebuah peluru mengenai tangan kiri siswa kelas III SMP tersebut, yang diduga berasal dari aktivitas latihan tembak di area sekitar.

Hingga saat ini, kondisi fisik DFH dilaporkan belum pulih sepenuhnya, di mana tangan kirinya masih mengalami keterbatasan fungsi gerak.

"Saat ini anak saya sudah beraktivitas, kendati tangannya belum bisa menggenggam secara normal. Faktor trauma juga butuh atensi serius," jelas Dewi.

Penolakan Tali Asih dan Tuntutan Evaluasi Lapangan Tembak

Selain fokus pada pengobatan, Dewi mendesak DPRD Jatim untuk memfasilitasi evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan lapangan tembak di dekat pemukiman dan sekolah.

Ia menekankan, bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman yang bebas dari ancaman keselamatan fisik bagi para siswa.

Dewi juga mengklarifikasi perihal pengembalian uang santunan atau tali asih yang sempat diterimanya pada Februari lalu, karena fokus utamanya bukan pada nominal materi.

Respons DPRD Jawa Timur

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansa, menyatakan keprihatinan mendalam dan berkomitmen untuk melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved