Alami Pendangkalan, Dinas PU SDA Lamongan akan Segera Normalisasi Sungai Kaliotik
Kondisi tersebut terjadi akibat sedimentasi yang berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan optimal.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Sungai Kaliotik di Lamongan mengalami pendangkalan hampir 1 meter akibat sedimentasi bertahun-tahun.
- Dinas PU SDA-BK akan lakukan normalisasi sepanjang 1 km di sisi selatan JLU tahun 2026.
- Program ini diharapkan melancarkan distribusi air irigasi, kurangi genangan, serta dukung kebutuhan petani.
SURYA.co.id LAMONGAN – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (PU SDA-BK) Kabupaten Lamongan berencana melakukan normalisasi Sungai Kaliotik pada tahun 2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya mengatasi pendangkalan sungai yang dinilai sudah cukup parah dan berdampak langsung pada sektor pertanian.
Pendangkalan Sungai Kaliotik Capai Satu Meter
Diketahui, Sungai Kaliotik mengalami pendangkalan hingga hampir mencapai satu meter.
Kondisi tersebut terjadi akibat sedimentasi yang berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan optimal.
Baca juga: Bupati Lamongan Raih Top Pembina BUMD 2026, Ukir Prestasi Nasional
Akibatnya, aliran air di sungai tersebut menjadi tersendat dan tidak mampu mengaliri lahan pertanian secara maksimal.
Jaga Suplai Air Bagi Petani
Kepala Dinas PU SDA dan Bina Konstruksi Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi dikonfirmasi SURYA melalui Kabid Operasi dan Pemeliharaan SDA dan Bina Konstruksi Lamongan, Saikhu, menjelaskan normalisasi ini menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan suplai air bagi petani.
Menurutnya, sedimentasi yang menumpuk di sejumlah titik menyebabkan aliran air, baik dari arah selatan maupun utara, kerap terhambat bahkan terhenti.
“Air dari selatan maupun utara kadang harus terhenti di bagian-bagian yang mengalami sedimentasi,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Proyek Normalisasi Sungai
Erwin menambahkan, proyek normalisasi Sungai Kaliotik ini akan dilakukan sepanjang kurang lebih satu kilometer.
Pekerjaan tersebut merupakan kelanjutan dari program normalisasi sebelumnya yang telah dilaksanakan di wilayah utara Jalan Lingkar Utara (JLU) sekitar 1 kilometer.
Untuk tahap berikutnya, normalisasi sepanjang 1 kilometer akan difokuskan di sisi selatan JLU hingga mencapai perbatasan jembatan selatan.
Area tersebut dinilai menjadi salah satu titik krusial yang membutuhkan penanganan segera karena tingkat pendangkalan yang cukup tinggi.
Distribusi Air Diharapkan Lancar dan Merata
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap aliran air di Sungai Kaliotik dapat kembali normal sehingga distribusi air untuk irigasi pertanian menjadi lebih lancar dan merata.
Selain itu, normalisasi juga diharapkan mampu mengurangi potensi genangan maupun risiko banjir akibat aliran sungai yang tidak optimal.
Gelar Pertemuan dengan Warga
| Sosok Bripda Natanael Simanungkalit, Anggota Polda Kepri yang Tewas di Asrama, Baru Berusia 20 Tahun |
|
|---|
| Aturan Baru Surabaya: Warga Tak Validasi DTSEN Ditangguhkan Layanan Publiknya |
|
|---|
| Kasus Bayi Dibuang di Gresik, Polisi Dalami Rekaman CCTV dan Saksi |
|
|---|
| 4 Pemuda Surabaya Pelaku Vandalisme Jalani Sanksi Sosial Rawat ODGJ di Liponsos Keputih |
|
|---|
| Sosok Abdul Qohar Affandi Kajati Jatim yang Baru: Pembongkar Kasus Suap 3 Hakim PN Surabaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kelancaran-aliran-air-di-kawasan-permukiman-warga.jpg)