Rabu, 15 April 2026

Pelajar Naik Motor

Dilema Orang Tua Khawatir Anak Celaka Tapi Enggan Ribet Antar Jemput Tiap Hari ke Sekolah

Bagi orangtua, mengizinkan mengendarai motor sendiri bisa jadi solusi ketika mereka tak punya waktu untuk antar-jemput anak ke sekolah.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dyan Rekohadi
surya/mochammad sugiyono
ILUSTRASI - DITILANG – Anggota Satlantas Polres Gresik menilang pengendara motor yang melanggar lalu lintas dalam rangkaian Operasi Patuh Semeru 2025, Kamis (17/7/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Banyaknya pelajar yang belum waktunya berkendara motor tapi sudah menunggangi motor sendiri untuk ke sekolah , tak lepas dari kondisi sosial ekonomi masyarakat.
  • Faktor kepraktisan, bisa jadi alasan utama bagi pelajar maupun bagi orangtuanya.
  • Bagi orangtua, mengizinkan mengendarai motor sendiri bisa jadi solusi ketika mereka tak punya waktu untuk antar-jemput anak ke sekolah.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Fenomena remaja masih berstatus pelajar yang mengendarai motor sendiri ke sekolah bukan hanya terjadi di Surabaya, tapi juga dijumpai di Kabupaten Sidoarjo. 

Banyaknya pelajar yang belum waktunya berkendara motor tapi sudah menunggangi motor sendiri untuk ke sekolah , tak lepas dari kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Faktor kepraktisan, bisa jadi alasan utama bagi pelajar maupun bagi orangtuanya.

Bagi pelajar, mengendarai motor sendiri ke sekolah bisa jadi lebih praktis daripada memanfaatkan angkutan umum yang bisa jadi tak ada rute yang sesuai .

Bagi orangtua, mengizinkan mengendarai motor sendiri bisa jadi solusi ketika mereka tak punya waktu untuk antar-jemput anak ke sekolah.

Baca juga: 3 Hal Penting Naik Motor di Surabaya versi MPM Honda Jatim, Ajak Pelajar SMA Cari Aman di Jalan

 

Salah satu orangtua berinisial RP (40) mengatakan, dirinya sempat memilih mengantar jemput seorang anak perempuannya yang masih pelajar. Terutama saat masih bersekolah SMP. 

Terkadang, ia sendiri yang mengantar dan jemput sang anak. Kalau sedang tidak sibuk dengan urusan pekerjaan. 

Sang istri sesekali juga pernah menggantikan perannya menjemput sang anak sepulang sekolah pada sore hari. 

Jika terlanjur apes, karena sang istri juga kebetulan masih bekerja; mengajar sebagai guru TK, dan dirinya sedang sibuk bekerja. RP memesankan jasa ojek online melalui aplikasi. 

Sekarang anaknya sudah kelas dua SMA dan memiliki banyak kegiatan tambahan di sekolah.

Terkadang, jadwal pulang sang anak setiap harinya menjadi tak menentu. 

Kini ia mau tidak mau menyediakan kendaraan motor khusus yang bisa dipakai sang anak bepergian sendirian ke sekolah. 

"Dulu anak saya, ya saya antar jemput, saya surut telpon lek pas pulang. Atau naik ojek online kalau pas saya sibuk gitu. Tapi sekarang sudah SMA saya kasih motor, jadi biar bisa ke sekolah sendiri," ujar warga asal Wonokromo Surabaya itu, saat ditemui SURYA.CO.ID di Surabaya, pada Kamis (9/4/2026). 

 

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved