Kamis, 30 April 2026

LPG 3 Kg Langka di Sampang, Harga Meroket Sampai Rp25 Ribu

Warga Sampang panik! LPG 3 kg langka, harga melonjak Rp25 ribu/tabung. Dapur bisa terhenti

Tayang:
Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
LPG LANGKA - Warga Kabupaten Sampang, Madura dibuat resah akibat langkanya tabung gas LPG 3 kilogram di pasaran, Kamis (9/4/2026). (foto Hanggara) 

Ringkasan Berita:
  • LPG 3 kg langka di Sampang, harga naik Rp25 ribu, warga kesulitan masak sehari-hari.
  • Kelangkaan LPG 3 kg di Sampang bikin warga keliling cari tabung, harga tembus Rp25 ribu.
  • Warga Sampang resah, LPG 3 kg sulit didapat, harga melonjak di atas HET, beban rumah tangga meningkat.

 

SURYA.CO.ID SAMPANG - Warga Kabupaten Sampang, Madura dibuat resah akibat langkanya tabung gas LPG 3 kilogram di pasaran, Kamis (9/4/2026).

Dalam beberapa hari terakhir, gas bersubsidi itu sulit ditemukan, sementara harga jualnya melonjak jauh di atas ketentuan.

Di sejumlah pengecer atau warung, stok LPG melon cepat habis.

Sehingga, warga harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan tabung gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Baca juga: Kelangkaan LPG Lumajang, Tambahan 18 Ribu Tabung Belum Atasi Antrean

"Sudah muter ke beberapa warung dan pangkalan, tapi tetap kosong. Kalaupun ada, harganya sampai Rp25 ribu per tabung" kata Ulfa, Ibu rumah tangga asal Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Sampang. 

Lonjakan Harga Yang Memberatkan

Lonjakan harga tersebut dinilai memberatkan, sebab melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang biasanya berada di kisaran Rp20 ribu per tabung dalam kondisi normal.

Kelangkaan dan kenaikan harga juga dirasakan warga di Kecamatan Kedungdung. 

Amir Muslim, warga Desa Daleman, mengaku kondisi serupa terjadi di wilayahnya.

Baca juga: Pasokan Ditambah, Tapi Warga Tuban Masih Antre LPG 3 Kg, Diduga Ada Penimbunan

"Di desa saya juga sama, sulit didapat dan harganya naik sampai Rp25 ribu," katanya.

Menurutnya, meski harga tinggi, warga tidak punya pilihan lain karena gas LPG menjadi kebutuhan utama untuk memasak.

"Mau tidak mau harus beli, meskipun mahal," terangnya.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini. 

Mereka meminta distribusi LPG 3 kilogram diawasi lebih ketat agar pasokan kembali stabil dan harga tidak dimainkan di tingkat pengecer.

"Jika kondisi ini terus berlanjut, kami khawatir beban ekonomi rumah tangga akan semakin berat," pungkasnya. 

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved