Kamis, 9 April 2026

Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 4,5 Km dari Kawah

Semeru erupsi, awan panas guguran meluncur sejauh 4,5 km, warga diminta waspada

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
ERUPSI: Aktifitas Gunung Semeru Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/6/2026) Muncul awan panas guguran berjarak 4,5 kilometer dari kawah. (BKPSDM Badan Geologi PVMBG Pos Pengamatan Gunung api Semeru) 
Ringkasan Berita:
  • Semeru erupsi, awan panas meluncur sejauh 4,5 km
  • Kolom abu setinggi 2.000 meter condong ke timur
  • Warga dilarang beraktivitas di zona rawan bahaya
 

 

SURYA.CO.ID LUMAJANG- Gunung Semeru Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali menunjukan aktifitas erupsi, Selasa (7/4/2026)

Hasil pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru pada pukul 17:30 WIB, muncul awan panas guguran dengan jarak luncur 4500 meter alias 4,5 kilometer dari kawah yang mengarah ke tenggara (besuk kobokan).

"Tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak ± 5.676 m di atas permukaan laut," ucap Petugas PPGA Semeru Liswanto melalui keterangan tertulis.

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur. 

Baca juga: Warga Lumajang Korban Erupsi Semeru Dapat Bantuan Dana Tunggu Hunian Tahap Kedua

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi ± 7 menit 23 detik," paparnya.

Status Siaga

Saat ini Gunung berapi tertinggi di Jawa Timur berada pada status level III alias siaga.

Liswanto merekomendasi warga untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Baca juga: 94 Siswa SD Bersekolah Di Tenda Akibat Erupsi Semeru di Lumajang, Bang Pur Bantu Peralatan Belajar

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," katanya.

Selain itu, dia juga meminta warga juga tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Baca juga: Erupsi Semeru Sebabkan Sekolah Rusak, Mendikdasmen Siapkan Sejumlah Sekolah Darurat

"Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," imbaunya.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved