Rabu, 29 April 2026

Lamongan Hadapi Kemarau Ekstrem 2026: Kaji Yes Siapkan Stok Air Waduk

BMKG prediksi kemarau 2026 di Lamongan Jatim lebih awal & kering. Kaji Yes siapkan stok air waduk dan minta petani patuhi pola tanam.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Hanif Manshuri
KEMARAU PANJANG - Lahan di Lamongan, Jawa Timur, yang dalam satu hingga dua bulan ke depan akan ditanami padi, Senin (6/4/2026). Bersamaan itu, petani tambak akan dihadapkan dengan perkiraan kemarau panjang, dan berharap bisa memenuhi kebutuhan air selama musim tanam hingga menjelang masa panen nanti. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal sejak April dengan puncak pada Agustus.
  • Bupati Lamongan Yuhronur Efendi telah mengalihkan luapan air ke waduk kecil dan embung sebagai cadangan air.
  • Petani dan petambak diimbau mematuhi pola tanam untuk menghindari kerugian akibat kekurangan air.

 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Cuaca menyengat melanda Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim) dalam sepekan terakhir, menandai datangnya musim kemarau 2026 yang lebih awal.

Terik matahari yang terasa membakar sejak pagi hingga siang hari mulai dikeluhkan warga, terutama di wilayah pesisir utara dan sentra tambak yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

Kondisi ini bukan fenomena biasa, sebab BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan jauh lebih kering dan panjang dibanding kondisi normal.

Prediksi BMKG: Kemarau 2026 Lebih Ekstrem

BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Jawa Timur, termasuk Lamongan, mulai memasuki masa transisi ke musim kemarau pada April 2026 ini.

Berdasarkan analisis data meteorologi, terdapat beberapa poin krusial terkait kondisi iklim tahun ini yang wajib diwaspadai:

  • Lebih dari 64 persen wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan di bawah normal.
  • Sekitar 57 persen wilayah diprediksi menghadapi kemarau yang lebih panjang dari durasi biasanya.
  • Puncak musim kemarau dan suhu panas ekstrem diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Kondisi ini, mengancam produktivitas sektor pertanian dan tambak di Lamongan yang dikenal sebagai lumbung pangan Jawa Timur.

Langkah Antisipasi Pemkab Lamongan

Menyikapi ancaman kekeringan, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi atau Kaji Yes, menyatakan telah melakukan langkah mitigasi sejak musim penghujan lalu.

Pemerintah daerah fokus pada optimalisasi cadangan air dengan mengalihkan luapan air dari waduk besar ke ratusan embung kecil di tingkat desa.

"Kami sudah instruksikan pengisian embung dan waduk kecil, agar saat kemarau datang stok air untuk masyarakat tetap tersedia," ujar Bupati Kaji Yes, Senin (6/4/2026).

Imbauan Pola Tanam bagi Petani

Ia juga menekankan pentingnya disiplin pola tanam bagi para petani padi dan tambak, agar tidak mengalami kerugian besar.

Petani diminta tidak memaksakan menanam komoditas yang boros air jika pasokan dari irigasi tidak mencukupi selama masa tanam kemarau.

Kepatuhan terhadap jadwal tanam dan pemilihan varietas tanaman tahan kekeringan, menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak ekonomi akibat fenomena iklim ini.

Lamongan Sebagai Lumbung Pangan

Sebagai informasi, Kabupaten Lamongan merupakan salah satu produsen padi terbesar di Jawa Timur dengan luas lahan pertanian mencapai puluhan ribu hektare.

Selain itu, sektor perikanan budidaya (tambak) di kawasan pesisir sangat rentan terhadap intrusi air laut saat debit sungai Bengawan Solo menyusut drastis selama kemarau panjang.

Tips Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved