Senin, 11 Mei 2026

Gerakan Tanah Ancam Sungai Bodor Nganjuk, Jalan Terancam Putus

Gerakan tanah di Sungai Bodor Nganjuk Jatim picu retakan besar. BPBD peringatkan ancaman putusnya akses jalan warga.

Tayang:
Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen BPBD Nganjuk
ASESMEN - Personel BPBD Nganjuk melakukan asesmen fenomena gerakan tanah di Dusun Kedungbajul, Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026). Fenomena itu dinilai bahayakan mobilitas warga. 
Ringkasan Berita:
  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Kedungbajul, Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), akibat hujan deras.
  • Retakan tanah mencapai panjang 50 meter dan mengancam akses jalan desa.
  • BPBD siapkan tanggul darurat dan imbau warga waspada.

 

SURYA.CO.ID, NGANJUK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk di Jawa Timur (Jatim), melakukan asesmen di Dusun Kedungbajul, Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, setelah terjadi fenomena gerakan tanah di sempadan Sungai Bodor.

Fenomena tersebut, dipicu tingginya intensitas hujan di wilayah hulu, yakni Kecamatan Loceret dan Ngetos, dalam beberapa hari terakhir.

Retakan Tanah Capai Puluhan Meter

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menjelaskan peningkatan debit Sungai Bodor mengakibatkan penggerusan dinding sungai hingga memicu retakan di dua titik krusial.

"Kerusakan sepanjang 12 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi 6 meter dan titik dua kerusakan lebih luas dengan panjang mencapai 50 meter, lebar 2 meter, serta tinggi 6 meter," katanya, Sabtu (28/3/2026).

Retakan tersebut, dinilai membahayakan mobilitas warga karena berada sangat dekat dengan jalan desa.

"Jika debit air kembali naik, dikhawatirkan penggerusan akan meluas dan memutus akses jalan tersebut," papar Sutomo.

Ancaman Putusnya Akses Jalan Desa

BPBD Nganjuk saat ini memprioritaskan keselamatan warga serta perlindungan fasilitas umum di sekitar bantaran sungai.

  • Retakan tanah berada dekat jalan desa
  • Debit sungai meningkat akibat hujan deras
  • Potensi akses jalan terputus jika erosi meluas

Upaya Penanganan Darurat

Kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi meliputi pemasangan anyaman bambu dan kantong pasir, sebagai tanggul darurat guna memperkuat dinding sempadan sungai.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak desa dan provinsi, untuk pengadaan material darurat seperti kantong pasir dan anyaman bambu yang berfungsi menahan laju penggerusan tanah," terang Sutomo.

Imbauan Waspada untuk Warga

BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berpotensi memperparah kondisi tanah di sekitar sungai.

"Kami minta warga tetap waspada dan melaporkan segera jika melihat retakan baru," tutupnya.

Data Tambahan dan Edukasi Bencana

Gerakan tanah biasanya terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi, kondisi tanah labil, serta erosi pada bantaran sungai. Wilayah dengan kontur tanah lempung dan dekat aliran air memiliki risiko lebih tinggi mengalami longsor.

Dalam kondisi seperti ini, pemantauan retakan tanah sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih besar, termasuk terputusnya akses jalan atau kerusakan permukiman warga.

Warga di sekitar bantaran sungai disarankan menghindari aktivitas di area retakan, meningkatkan kewaspadaan saat hujan, serta segera melapor kepada perangkat desa atau BPBD jika menemukan tanda-tanda longsor baru.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved