Rabu, 29 April 2026

Kapolda Jatim Pantau Mudik 2026 via Udara, Arus Lalu Lintas Terkendali

Mudik Jatim 2026 pecah rekor! 2,1 juta kendaraan masuk tapi angka kecelakaan terjun bebas 37 persen. Simak data selengkapnya di sini.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Luhur Pambudi
PATROLI UDARA - Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto bersama beberapa pejabat utama Polda Jatim lainnya menaiki helikopter untuk berpatroli memantau kondisi jalanan di wilayah Jawa Timur, Jumat (27/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kapolda Jatim memantau jalur mudik Ngawi hingga Banyuwangi menggunakan helikopter.
  • Angka kecelakaan lalu lintas turun signifikan sebesar 37 persen selama Operasi Ketupat Semeru 2026.
  • Volume kendaraan masuk Jatim mencapai 2,1 juta unit dengan lonjakan tertinggi di jalur arteri perbatasan Jateng.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto memantau langsung kondisi lalu lintas di wilayah Jawa Timur menggunakan helikopter pada Jumat (27/3/2026).

Patroli udara ini menyisir rute jalan nasional, mulai dari ruas tol hingga jalur arteri dari Kabupaten Ngawi hingga Banyuwangi, termasuk akses menuju destinasi wisata utama.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyatakan pantauan ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pasca-Operasi Ketupat Semeru 2026.

Kecelakaan Turun Drastis di Tengah Lonjakan Pemudik

Meskipun volume kendaraan meningkat tajam, Polda Jatim mencatat penurunan angka kecelakaan yang cukup signifikan selama masa mudik Lebaran tahun ini.

  • Jumlah kecelakaan turun 37 persen dibandingkan periode sebelum operasi.
  • Tercatat 751 kasus kecelakaan selama 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
  • Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 1.188 kasus.

Kombes Pol Jules menyebutkan, bahwa kepadatan yang sempat terjadi di sejumlah titik berhasil diurai dengan cepat sehingga lalu lintas kembali lancar.

Volume Kendaraan Tembus 2,1 Juta Unit

Berdasarkan hasil evaluasi, arus mudik menuju Jawa Timur tahun 2026 mengalami lonjakan hingga 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan paling mencolok ditemukan pada jalur arteri, khususnya di perbatasan Magetan-Jateng yang mencatat kenaikan kendaraan masuk hingga 514 persen.

  • Tol Solo-Ngawi: 149.286 kendaraan (naik 4 persen).
  • Tol Probolinggo-Situbondo (Prosiwangi): 525.463 kendaraan (naik 34 persen).
  • Moda Transportasi Umum (KA, Laut, Udara, Bus): 2,7 juta penumpang (naik 21 persen).
  • Kenaikan tertinggi moda KA di Stasiun Gubeng mencapai 42 persen.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan balik dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA), guna menghindari penumpukan kendaraan di puncak arus balik.

Konteks Operasi Ketupat Semeru

Operasi Ketupat Semeru merupakan agenda tahunan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengamankan pergerakan masyarakat selama masa Idul Fitri. Di Jawa Timur, fokus utama terletak pada titik-titik rawan macet di jalur penghubung antarprovinsi dan akses wisata guna memastikan kenyamanan pemudik.

Tips Aman Arus Balik untuk Pemudik

Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan balik, Kepolisian Jawa Timur memberikan sejumlah tips penting: Pastikan kondisi fisik pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat.

Manfaatkan layanan darurat 110 bebas pulsa yang siaga 24 jam jika mengalami kendala, atau menemukan tindak kriminalitas di jalanan. Hindari jam-jam sibuk dan pantau informasi lalu lintas terkini melalui kanal resmi Kepolisian.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved