Sikap 4 Ponpes Besar Jombang Soal Lebaran 2026 yang Berpotensi Berbeda
Kapan Lebaran 2026? Intip sikap beberapa ponpes besar di Jombang Jatim dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 H.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Sejumlah pondok pesantren besar di Jombang, termasuk Tebuireng dan Bahrul Ulum, memilih menunggu keputusan resmi pemerintah lewat sidang isbat.
- Terdapat potensi perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 H karena perbedaan awal Ramadan antara metode hisab dan rukyatul hilal.
- Para tokoh pesantren mengimbau masyarakat untuk menjaga toleransi dan tidak memperdebatkan perbedaan hari raya.
SURYA.CO.ID, JOMBANG - Sejumlah pondok pesantren (ponpes) besar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), memberikan pernyataan resmi terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026.
Hingga Kamis (19/3/2026) ini, pesantren-pesantren di wilayah ini terpantau masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar oleh pemerintah melalui Kementerian Agama RI malam ini.
Ponpes Tebuireng, Kecamatan Diwek, menegaskan komitmennya untuk mengikuti arahan organisasi pusat dalam menentukan akhir bulan Ramadan.
Sikap Tebuireng dan Bahrul Ulum
Humas Ponpes Tebuireng, Gus Abdul Mughni, menyatakan bahwa pihaknya secara konsisten mengikuti keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).
"Biasanya kami mengikuti keputusan dari PBNU dan PWNU," kata Gus Abdul Mughni singkat saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Kamis (19/3/2026).
Senada dengan Ponpes Tebuireng, Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas juga menyatakan kepatuhannya terhadap otoritas pemerintah pusat.
Ketua Umum Yayasan PP Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozak), menjelaskan bahwa keputusan pemerintah memiliki kedudukan hukum yang kuat secara fiqh.
- Pesantren Tambakberas berkomitmen mengikuti keputusan Pemerintah.
- Prinsip Fiqh: Hukmul Imam yarfa'ul Khilaf (keputusan pemerintah menetralisir perbedaan pendapat).
- Masyarakat diharapkan tetap tenang menunggu hasil resmi.
Pengasuh Ponpes Mambaul Maarif Denanyar, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, menyebut jika pihak pondok masih menunggu sidang isbat yang akan digelar nanti malam.
"Menunggu sidang Isbat nanti Malam," tuturnya singkat.
Analisis Potensi Perbedaan Lebaran 2026
Sementara itu, Majelis Pimpinan Ponpes Darul Ulum Rejoso, H.M Zulfikar As'ad atau Gus Ufik, melihat adanya potensi perbedaan hari raya tahun ini.
Gus Ufik menyebut, perbedaan ini dipicu oleh awal Ramadan yang juga tidak serentak, di mana Muhammadiyah memulai lebih awal dibandingkan pemerintah dan NU.
"Karena Muhammadiyah menggunakan metode hisab, maka sudah ditetapkan Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026," ujar Gus Ufik yang juga menjabat Ketua LK PBNU.
Ia menambahkan, bahwa NU tetap memegang teguh metode rukyatul hilal untuk menentukan apakah bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal) atau tidak.
Hisab vs Rukyat
Dalam tradisi Islam di Indonesia, terdapat dua metode utama dalam menentukan awal bulan Hijriah:
- Metode Hisab: Perhitungan astronomis secara matematis untuk menentukan posisi bulan tanpa perlu melihat secara fisik.
- Metode Rukyat: Pengamatan visual hilal (bulan sabit muda) setelah matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan.
- Kriteria MABIMS: Kriteria baru yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat untuk dianggap sebagai bulan baru.
Imbauan untuk Masyarakat
Lebaran 2026
Idul Fitri 1447 Hijriah
Jombang
berita Jombang terkini
berita Jombang terbaru
berita jombang hari ini
Jawa Timur
Meaningful
Multiangle
| Akhirnya PSI dan Projo Akur Soal Rencana Jokowi Keliling Indonesia, Minta Kader Sambut di Daerah |
|
|---|
| PDIP Surabaya Gandeng Muhammadiyah Wujudkan Persatuan Warga Pesisir Lokal |
|
|---|
| Produksi Perikanan Melimpah, Lamongan Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan |
|
|---|
| Rekam Jejak Ahmadinejad yang Sudah Disiapkan AS dan Israel Gantikan Ali Khamenei Usai Serang Iran |
|
|---|
| Ternyata Ferdy Sambo Lulus S2 dari Balik Penjara Berkat Beasiswa STGGI, Ini Analisis Pakar Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Masjid-Agung-Baitul-Mukminin-Jombang-Jatimjpg.jpg)