DPRD Gresik Dukung Sanksi BGN ke 9 SPPG demi Kualitas
Sanksi bermula dari menu dalam program MBG di Sidayu, Kabupaten Gresik berupa sebuah degan atau kelapa muda utuh yang menjadi viral.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Sebanyak sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Gresik resmi dihentikan sementara operasionalnya (disuspend) oleh BGN.
- Sanksi itu bermula dari menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidayu, Kabupaten Gresik berupa sebuah degan atau kelapa muda utuh yang menjadi viral.
- Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan menilai keputusan pemerintah pusat melalui BGN tersebut sudah tepat sebagai upaya menjaga kualitas program pemenuhan gizi bagi pelajar.
SURYA.CO.ID, GRESIK - DPRD Gresik turut memberi sorotan pada pemberhentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena ketidaksesuaian standar penyajian menu MBG.
Seperti diketahui apa yang dialami sembilan SPPG di Gresik itu telah jadi sorotan banyak pihak mengingat unggahan di media sosial yang jadi viral.
Sanksi itu bermula dari menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidayu, Kabupaten Gresik berupa sebuah degan atau kelapa muda utuh yang menjadi viral.
Menu tersebut berujung pada tindakan tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebanyak sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Gresik resmi dihentikan sementara operasionalnya (disuspend) oleh BGN.
Langkah ini diambil sebagai bentuk sanksi atas ketidaksesuaian standar penyajian makanan dalam program MBG.
Baca juga: BGN Hentikan Sementara 10 SPPG Program MBG di Nganjuk, Belum Kantongi SLHS
Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan menilai keputusan pemerintah pusat melalui BGN tersebut sudah tepat sebagai upaya menjaga kualitas program pemenuhan gizi bagi pelajar.
“Iya, sudah tepat memberikan sanksi dari pemerintah pusat terhadap sembilan SPPG di Kabupaten Gresik dihentikan sementara operasionalnya,” kata Mujid, sapaan akrabnya.
Menurut Mujid, setiap SPPG seharusnya telah dilengkapi tenaga ahli gizi dan wajib menjalankan standar pelayanan kesehatan yang berlaku.
Oleh karena itu, pelaksanaan program MBG tidak boleh dilakukan secara sembarangan, terutama dalam penyajian makanan kepada siswa.
Ia menegaskan bahwa seluruh dapur MBG harus memenuhi standar kebersihan dan kelayakan, mulai dari proses pengolahan hingga makanan disajikan kepada penerima manfaat.
“SPPG sudah dilengkapi ahli gizi dan standar pelayanan kesehatan. Jadi menu MBG tidak bisa asal-asalan. Di dapur MBG juga harus higienis, mulai dari tempat nasi hingga proses penyajiannya,” jelasnya.
Baca juga: BGN Hentikan Operasional 9 SPPG Gresik setelah Sajikan Kelapa Utuh ke Siswa
Imbauan bagi SPPG Gresik
Politisi Partai PDIP Gresik itu berharap seluruh dapur MBG di Kabupaten Gresik dapat beroperasi sesuai standar yang telah ditetapkan oleh BGN.
Hal ini penting agar tujuan program peningkatan gizi bagi anak sekolah dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-DPRD-Gresik-Mujid-Riduan-mbg.jpg)