Kamis, 16 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Mudik Jatim 2026: 16.326 Aparat Siaga, Waspada 5 Titik Rawan Longsor

Polda Jatim siagakan 16.326 personel Operasi Ketupat Semeru 2026. Waspada titik rawan longsor dan pantauan 84 kamera E-TLE di jalur mudik.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Luhur Pambudi
MUDIK LEBARAN 2026 - Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai Apel Gelar Pasukan di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (12/3/2026). Menurutnya, 16.326 personel gabungan disiagakan untuk mengawal keamanan dan keselamatan pemudik di wilayah Jawa Timur selama momen Lebaran 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 16.326 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 di Jawa Timur.
  • Operasi berlangsung selama 13 hari mulai Jumat, 13 Maret hingga Rabu, 25 Maret 2026.
  • Polisi mewaspadai potensi longsor di jalur wisata Probolinggo, Banyuwangi, Malang, Mojokerto, dan Trenggalek akibat cuaca ekstrem.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 16.326 personel gabungan disiagakan untuk mengawal keamanan dan keselamatan pemudik di wilayah Jawa Timur (Jatim), selama momen Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Belasan ribu personel tersebut tergabung dalam sandi Operasi Ketupat Semeru 2026. Kekuatan ini terdiri dari 9.609 personel Polri, 1.313 personel TNI, serta 5.404 personel dari instansi samping seperti Dishub, Satpol-PP, Dinkes hingga Basarnas.

Operasi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai Jumat (13/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026). 

Petugas akan memantau ketat pergerakan pemudik melalui optimalisasi teknologi 72 kamera Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) statis, dan 12 unit E-TLE mobile.

Peta Kerawanan Jalur Mudik dan Wisata Jatim

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan pihaknya telah memetakan berbagai potensi gangguan keamanan. Mulai dari ancaman terorisme, aksi sweeping, kenaikan harga bahan pokok, hingga konflik perburuhan terkait Tunjangan Hari Raya (THR).

"Masalah kerawanan yang ada sudah kami petakan dan segera antisipasi untuk menciptakan situasi nyaman bagi masyarakat," ujar Irjen Nanang usai Apel Gelar Pasukan di Mapolda Jatim, Kamis (12/3/2026).

Selain faktor keamanan, Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menyoroti risiko bencana alam di jalur mudik dan destinasi wisata. 

Berdasarkan pantauan BMKG, potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang diprediksi bertahan hingga akhir Maret 2026.

Beberapa titik yang menjadi atensi khusus karena potensi longsor meliputi:

  • Kawasan Gunung Semeru, Probolinggo.
  • Kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi.
  • Destinasi pegunungan dan air terjun di Malang Raya.
  • Jalur wisata rawan longsor di Kabupaten Mojokerto.
  • Titik rawan longsor di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Sebagai langkah mitigasi, Ditlantas Polda Jatim telah berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran dan tim kedaruratan lainnya, untuk memberikan peringatan dini (warning) jika terjadi peningkatan curah hujan secara signifikan di ruas jalan tersebut.

Rekam Jejak Operasi Ketupat

Operasi Ketupat merupakan operasi rutin tahunan yang digelar Polri untuk menjamin kelancaran arus mudik di Indonesia. 

Di Jawa Timur, tantangan utama setiap tahunnya adalah volume kendaraan yang sangat tinggi menuju wilayah tapal kuda dan Mataraman. 

Integrasi teknologi E-TLE, kini menjadi tulang punggung kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas tanpa harus melakukan penyekatan fisik secara masif.

Tips Mudik Aman di Jawa Timur

Bagi Anda yang akan melakukan perjalanan mudik di wilayah Jatim, berikut beberapa imbauan penting:

  • Periksa kondisi fisik kendaraan, terutama pengereman dan lampu, mengingat potensi hujan lebat.
  • Pantau informasi cuaca terkini dari BMKG sebelum melintasi jalur pegunungan.
  • Pastikan saldo e-toll mencukupi dan patuhi batas kecepatan guna menghindari teguran kamera E-TLE.
  • Segera beristirahat di rest area terdekat jika merasa lelah; jangan memaksakan diri berkendara saat mengantuk.
Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved