Bukan Kebakaran, Petugas Damkar Dipanggil Untuk Menasihati Anak Main Petasan
Damkar Ngawi turun tangan, ‘bujuk’ anak SMP yang enggan sekolah dan suka main petasan di rumah!
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Damkar Ngawi menasihati anak SMP enggan sekolah dan main petasan di rumah.
- Rehan (13) terpengaruh teman, petugas beri pengertian dan imbau orang tua awasi.
- Meski bukan tugas utama, Damkar siap bantu masyarakat selama positif dan aman.
SURYA.co.id Ngawi - Kejadian unik dialami oleh Damkar Kabupaten Ngawi, Rabu (11/3/2026). Bukan laporan kebakaran atau peristiwa berbahaya, mereka diminta menangani seorang anak, yang tidak mau sekolah.
Meski demikian, para petugas tetap serius menindaklanjuti laporan tersebut. Layaknya sebagai anggota keluarga, mereka mendekati anak itu, yang diketahui bernama Rehan Zaki Alrahmad (13), kelas VII SMP.
Dalam video yang direkam petugas, nampak anggota damkar menyampaikan pencerahan kepada Rehan, tentang bahaya mercon sekaligus pentingnya sekolah.
Petugas Damkar Kabupaten Ngawi, Lilik Kukuh Junianto, mengatakan, peristiwa itu terjadi di Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Rabu pagi (11/3/2026).
“Kami menerima laporan dari ibunya, Darwati yang mengaku sudah tidak mampu menghadapi anaknya,” ujar Kukuh.
Baca juga: Cincin Tak Bisa Lepas dari Jari Kelingking, Warga Ngadiluwih Kediri Minta Bantuan Damkar
Menurut pengakuan Darwati, lanjut Kukuh, putranya menolak pergi ke sekolah. Bahkan malah membuat petasan di rumah.
Lapor Damkar Diminta Untuk Menasehati Anaknya Yang Main Petasan
Merasa khawatir terhadap keselamatan anaknya, ibu berusia 48 tahun tersebut, akhirnya melapor ke Damkar Kabupaten Ngawi.
“Lapor meminta bantuan kepada kami untuk menasehati anaknya, agar mau kembali sekolah. Ibunya bilang bahwa kalau malam anaknya begadang sampai pagi, bahkan di warung itu melakukan aktivitas negatif,” urainya.
Selama menasehati Rehan, petugas juga menemukan gulungan-gulungan petasan yang mau dibuat. Benda tersebut disembunyikan di kamar.
“Kami kasih tahu bahayanya bermain ataupun membuat petasan seperti itu. Kami juga bertanya, kenapa berani sama orang tua dan tidak mau sekolah, dengan bahasa yang halus kami mencoba menggali keterangannya,” terangnya.
Baca juga: Kawanan Tawon Vespa Ngamuk, Danru Damkar Kota Kediri Disengat Masuk Rumah Sakit
“Ternyata alasannya karena terpengaruh oleh teman-temannya. Persoalannya dari rumah itu sendiri. Akhirnya kami kasih pengertian, termasuk kedua orang tuanya,” imbuh Kukuh.
Kendati sudah menasehati panjang lebar, Damkar Kabupaten Ngawi tidak serta merta melepas begitu saja. Pihaknya meminta kedua orang tuanya, untuk tetap memantau selama seminggu.
“Kalau misal tidak ada perkembangan, kami akan ke sana lagi. Kami minta orang tua harus memperhatikan dan lebih peduli. Apalagi anaknya bilang kalau di rumah sering dibentak, dibanding bandingkan sama kakaknya,” jelasnya.
Di sisi lain, melalui insiden ini, Damkar Kabupaten Ngawi siap menerima laporan dari masyarakat, biarpun di luar tupoksi yang ada.
“Kalaupun memang dari pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi bisa membantu semampu kami, karena ini permintaan masyarakat dan sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Insya Allah tetap akan berusaha, selama positif,” tandasnya.
lapor Damkar
Damkar nasehati anak main petasan
Tak mau sekolah panggil Damkar
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
Meaningful
| Penyebab Negosiasi Kapal Pertamina di Selat Hormuz Berjalan Alot, Internal Iran Jadi Penghambat |
|
|---|
| Rekam Jejak Hendropriyono, Eks Kepala BIN yang Bantah Kabar Seskab Teddy Ditampar Panglima Kopassus |
|
|---|
| 4 Fakta Hendrikus Rahayaan Atlet MMA Tersangka Pembunuh Nus Kei, Sempat Temui Kekasih Sebelum Aksi |
|
|---|
| Gelagat Kakek 4 Cucu di Surabaya Sebelum Tewas Ditusuk, Sempat Cekcok, Diduga Masalah Asmara |
|
|---|
| Kebaikan Hati Syamsiah, Guru yang Diejek Siswa karena Naik Angkot, Sumbangkan Uang dari Dedi Mulyadi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/damkar-penasehat-anak-main-petasan.jpg)