Minggu, 12 April 2026

200 Becak Listrik Prabowo Sasar Lansia Bojonegoro, Gratis Tanpa APBN

Pemerintah menyalurkan 200 unit becak listrik di Bojonegoro Jatim sebagai bantuan dari Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan GSN.

Penulis: Misbahul Munir | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Misbahul Munir
BECAK LISTRIK - Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, bersama jajaran Forkopimda dan kepala OPD saat konvoi mencoba becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (10/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 200 unit becak listrik produksi PT Pindad dibagikan kepada warga Bojonegoro Jawa Timur (Jatim).
  • Bantuan ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan GSN.
  • Program ini ditujukan khusus untuk meringankan beban tukang becak yang sudah lanjut usia.

 

SURYA.CO.ID, BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di Jawa Timur (Jatim), secara resmi menyalurkan sebanyak 200 unit becak listrik kepada para penarik becak di wilayah Kota Bojonegoro.

Bantuan ini, merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). 

Penyerahan dilakukan secara simbolis di Pendopo Malowopati, kompleks Pemkab Bojonegoro, Selasa (10/3/2026).

Ratusan unit kendaraan roda tiga ramah lingkungan ini, merupakan hasil produksi PT Pindad yang dirancang khusus untuk mobilitas perkotaan yang efisien dan tidak mengandalkan tenaga fisik sepenuhnya.

Prioritas untuk Penarik Becak Lansia

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat krusial bagi warga kecil, terutama mereka yang secara fisik sudah mulai menurun karena faktor usia.

  • Meringankan beban fisik tukang becak lansia agar tetap produktif.
  • Meningkatkan taraf ekonomi keluarga penerima manfaat.
  • Modernisasi transportasi tradisional di wilayah Bojonegoro.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan GSN yang memberikan bantuan luar biasa ini bagi para penarik becak di Bojonegoro,” ujar Wahono saat mencoba langsung unit tersebut.

Aturan Penggunaan: Dilarang Jual dan Modifikasi

Bupati Wahono juga memberikan imbauan tegas kepada para penerima manfaat, agar menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya. Ia melarang keras unit becak listrik ini dipindahtangankan.

“Gunakan dengan tertib di jalan dan tetap perhatikan keselamatan penumpang. Ingat, becak listrik ini tidak boleh dijual atau dimodifikasi sendiri,” tegasnya di hadapan para penerima.

Pemerintah daerah juga berencana menyiapkan titik-titik pengisian daya di area strategis, untuk mendukung operasional armada becak listrik ini di masa mendatang.

Target 17.000 Unit Secara Nasional

Perwakilan GSN, Nuryana, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 pihaknya telah menyalurkan 10.000 unit becak listrik di berbagai wilayah Indonesia.

Untuk tahun 2026, target penyaluran ditambah sebanyak 7.000 unit. Program ini murni menggunakan anggaran pribadi Presiden Prabowo tanpa menyentuh dana APBN.

Duduk Perkara Becak Listrik Pindad

Becak listrik produksi PT Pindad ini pertama kali diperkenalkan sebagai solusi transportasi hijau yang manusiawi. Menggunakan motor penggerak listrik, kendaraan ini mampu menempuh jarak tertentu dalam sekali pengisian daya. 

Program tersebut, dikelola oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang didirikan untuk mengakomodasi inisiatif sosial Presiden di luar jalur birokrasi pemerintahan.

Tips Bagi Penarik Becak Listrik

Agar unit becak listrik awet dan aman digunakan, para pengemudi disarankan untuk melakukan pengisian daya secara rutin sebelum baterai benar-benar habis. 

Selalu periksa tekanan ban dan sistem pengereman secara berkala mengingat beban motor listrik berbeda dengan becak manual. 

Tetap gunakan jalur kiri dan patuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved