Antisipasi Arus Mudik di Jembatan Suramadu, Dishub Bangkalan Prediksi Puncaknya di H-3 Hari Raya
Dishub Kabupaten Bangkalan memprediksi arus mudik dari pulau Jawa melalui Surabaya ke Madura terjadi pada H-3 dan H-2 Hari Raya Idul Fitri.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan memprediksi arus mudik dari pulau Jawa melalui Surabaya ke Madura terjadi pada H-3 dan H-2 Hari Raya Idul Fitri.
- Pemetaan terhadap titik-titik rawan kemacetan lalu lintas saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri mulai dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan.
- Dishub Bangkalan juga menaruh atensi terhadap dua pintu masuk ke Pulau Madura, yakni Pelabuhan Kamal dan Jembatan Suramadu.
SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan memprediksi arus mudik dari pulau Jawa melalui Surabaya ke Madura terjadi pada H-3 dan H-2 Hari Raya Idul Fitri.
Meski demikian pihak Dishub akan mulai melakukan pengamatan langsung untuk mengantisipasi arus mudik Lebaran tahun ini.
Baca juga: Pemotor Sudah Jarang Terobos Jalur Mobil di Suramadu, Polres Bangkalan Ganti Awasi Pesepeda
Memasuki pekan ketiga Ramadan, pemetaan terhadap titik-titik rawan kemacetan lalu lintas saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri mulai dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan.
Selain tiga jalur poros; Tanah Merah, Arosbaya, dan Blega, Dishub Bangkalan juga menaruh atensi terhadap dua pintu masuk ke Pulau Madura, yakni Pelabuhan Kamal dan Jembatan Suramadu.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Darat Dishub Kabupaten Bangkalan, Nauval Farisy mengungkapkan, pihaknya mulai berkeliling melakukan pemantauan pada jalur -jalur poros yang diprediksi terjadi kepadatan arus kendaraan saat momen mudik Hari raya Idul Fitri.
"Kami prediksi puncak arus mudik terjadi pada H-3 dan H-2 Hari Raya Idul Fitri. Namun pemantauan arus kendaraan mudik kami lakukan sejak H-7 untuk mengetahui perkembangan volume kendaraan," ungkap Nauval, Minggu (8/3/2026).
Sebagaimana momen mudik lebaran tahun-tahun sebelumnya, pos pantau arus kendaraan mudik akan ditempatkan di Pelabuhan Kamal, Simpang Empat Akses Suramadu Desa Petapan, dan Alun-alun Kota Bangkalan.
"Kemungkinan juga ada pos pantau di jalur poros Kecamatan Tanah Merah untuk mengantisipasi pasar tumpah yang berdampak terhadap tersendatnya arus alus lintas," pungkas Nauval.
Baca juga: Info Arus Mudik 2026 Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Dermaga MB Fokus untuk Pemudik
Suramadu Gratis Bebas Macet Arus Mudik
Jembatan Suramadu secara resmi bebas bea keluar masuk pada 27 Oktober 2018 silam.
Setahun berikutnya, pos-pos loket kendaaraan roda empat dan roda dua pada masing-masing pintu gerbang dibongkar.
Sehingga menghilangkan tradisi antrian kendaraan saat momen mudik maupun arus balik lebaran di masing-masing pintu masuk Jembatan Suramadu.
"Alhamdulillah sejak Jembatan Suramadu digratiskan, kami lebih sering pulang ke Bangkalan. Apalagi selama momen Bulan Puasa, bisa pulang sebulan tiga kali tanpa berpikir biaya penyeberangan," ungkap Arif Hidayat, warga Kecamatan Socah yang bedomisili di Sidoarjo.
Dikutip dari Surya.co.id edisi 20 Juni 2018 atau empat bulan sebelum bea masuk Jembatan Suramadu digratiskan, warga empat kabupaten di Pulau Madura dalam momen mudik lebaran Idul Fitri 2018 menyumbang pundi-pundi pendapatan jembatan sepanjang 5,4 Km itu sebesar Rp 1.759.815.000 atau Ro 1,7 miliar dalam satu pekan.
Jumlah sebesar itu berdasarkan besaran harga tiket setiap kendaran roda empat senilai Rp 15 ribu yang mudik ke Madura. Sementara pemudik berkendaraan roda dua tidak dikenai biaya.
Total jumlah pengendara roda empat yang melintasi Jembatan Suramadu dari sisi Surabaya terhitung sejak H-7 Idul Fitri atau 7-15 Juni 2018 terdara mencapai 117.321 unit.
Namun jika dihitung hingga 19 Juni 2018 atau H+4 Idul Fitri, pendapatan Jembatan Suramadu mencapai Rp 2.676.360.000 atau Rp 2,6 miliar dari total jumlah R4 mencapai 178.428 unit.
Pendapatan sebesar itu dipastikan bertambah karena masyarakat Madura biasanya hilir mudik hingga satu pekan ke depan untuk merayakan Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Ketupat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/jembatan-suramadu-tak-macet.jpg)