Minggu, 26 April 2026

Ramadan 2026

INTI Jatim Kenang Peran Gus Dur, Tokoh yang Buka Ruang bagi Tionghoa

INTI Jatim ziarah ke makam Gus Dur di Tebuireng, kenang jasa dan pesan toleransi.

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Anggit Puji Widodo
MAKAM GUS DUR - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Timur saat berziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Kompleks pemakaman masayikh Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (7/3/2026). Ingat pesan menyentuh sosok Gus Dur.  

Ringkasan Berita:
  • INTI Jatim ziarah ke makam Gus Dur di Tebuireng Jombang.
  • Gus Dur dikenang sebagai tokoh pluralisme dan kemanusiaan.
  • Rombongan juga bagikan 1.000 paket takjil di Jombang.

SURYA.co.id JOMBANG - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Timur menggelar kegiatan silaturahmi kebangsaan di Kabupaten Jombang. 

Kegiatan bertajuk Memori Masyarakat Tionghoa terhadap Gus Dur ini bertujuan memperkuat nilai toleransi, kebangsaan, serta mempererat persaudaraan lintas budaya dan agama.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam beberapa agenda, di antaranya ziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, kunjungan budaya ke Klenteng Hong San Kiong di Gudo, serta mengunjungi Museum Wayang Potehi.

Selain itu, rombongan juga melakukan anjangsana kepada pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng. 

Silaturahmi Kebangsaan

Ketua Pengurus Daerah INTI Jawa Timur, Stefanus Budy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya mempererat silaturahmi kebangsaan sekaligus mengenang jasa Gus Dur bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Baca juga: Maknai Momen Hari Pahlawan, INTI Jatim Lakukan Pahlawan Trip Keliling Destinasi Sejarah Surabaya

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini sekitar 45 peserta berasal dari Surabaya, sekitar 20 orang dari Jombang, serta enam orang dari Malang.

"Rangkaian kegiatannya meliputi ziarah ke makam Gus Dur, anjangsana ke pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, serta wisata budaya ke Klenteng Hong San Kiong di Gudo dan workshop Museum Wayang Potehi," ucap Stefanus Budy saat dikonfirmasi awak media termasuk SURYA.co.id disela-sela kegiatan. 

Stefanus menilai sosok Gus Dur memiliki peran penting dalam membuka ruang kebebasan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. 

Menurutnya, kebijakan dan pemikiran Gus Dur mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman.

Baca juga: Sediakan 2.25 Porsi Makan Gratis, Resto Di Kediri Ingin Wujudkan Semangat Gotong Royong Gus Dur

"Bagi kami, Gus Dur adalah tokoh kemanusiaan dan tokoh pluralisme. Beliau berani membuka sekat-sekat di antara anak bangsa sehingga masyarakat Tionghoa bisa lebih bebas mengekspresikan budaya, termasuk merayakan Imlek dan menggunakan identitas budaya secara terbuka," katanya.

Ia menambahkan, nilai yang paling diingat dari ajaran Gus Dur adalah pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis.

Setelah rangkaian kegiatan tersebut, rombongan INTI Jawa Timur juga melanjutkan agenda sosial dengan membagikan sekitar 1.000 paket makanan berbuka puasa masyarakat di kawasan Alun-Alun Jombang.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Phoa Anditya, menjelaskan kunjungan ke Klenteng Hong San Kiong juga menjadi bagian dari pengenalan budaya Tionghoa, terutama dalam momentum perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh.

Dalam kunjungan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan seni pertunjukan wayang potehi yang menjadi salah satu warisan budaya Tionghoa di Indonesia.

"Di sana kami juga melihat workshop wayang potehi. Menariknya, ternyata ada banyak santri yang belajar kesenian ini. Hal itu menjadi contoh nyata bagaimana budaya bisa menjadi jembatan persaudaraan," ungkap Phoa saat dikonfirmasi.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved