Jumat, 10 April 2026

Ramadan 2026

Ramadan Bikin Peci Adem Ayem Laris Manis, Pesanan Datang dari Luar Kota

Ramadan membawa berkah bagi pengrajin peci Adem Ayem asal Tuban yang kebanjiran pesanan.

Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Muhammad Nurkholis
PECI-  Manaf Abdi (65), pengrajin peci asal Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, tengah menyelesaikan proses pembuatan peci di rumah produksinya, Sabtu (7/3/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Ramadan tingkatkan penjualan peci Adem Ayem di Tuban.
  • Pesanan datang dari Brebes, Yogyakarta, hingga Kudus.
  • Peci hitam dan batik Tuban paling banyak diminati

 

SURYA.co.id TUBAN - Bulan suci Ramadan 1446 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi para pengrajin peci di Kabupaten Tuban, Sabtu (7/3/2026).

Salah satu yang merasakan peningkatan pesanan adalah Manaf Abdi (66), pengrajin peci asal Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. 

Ia mengaku permintaan peci produksinya dengan merek Adem Ayem meningkat cukup signifikan selama Ramadan tahun ini.

Permintaan Meningkat Signifkan

“Alhamdulillah, untuk produksi Adem Ayem di bulan Ramadan ini ada peningkatan dibandingkan dengan tahun kemarin,” ujar Manaf.

Ia menjelaskan, pada Ramadan sebelumnya penjualan peci hanya berkisar antara 5 hingga 10 kodi. Namun pada Ramadan tahun ini, jumlah penjualan diperkirakan bisa mencapai 15 kodi hingga akhir bulan.

Baca juga: Perajin Songkok di Lamongan Banjir Pesanan saat Ramadan, Tambah Pekerja Lepas

“Kalau dulu itu sekitar 5 sampai 10 kodi. Kalau sekarang kalau dihitung sampai closing Ramadan minimal dari 10 kodi bisa mencapai sekitar 15 kodi,” imbuhnya.

Kemudian, oleh Manaf peci buatannya biasanya dipasarkan di sejumlah pasar modern di Kabupaten Tuban, seperti kawasan Keraton, City Mall, hingga Braho II. 

Selain itu, banyak pengecer yang menjual peci tersebut di kawasan wisata religi Makam Sunan Bonang. 

Tak hanya di dalam kota, peci produksi Manaf juga laris di luar daerah. Bahkan permintaan datang dari sejumlah kota seperti Brebes, Yogyakarta, hingga Kudus.

“Ada juga yang sampai luar kota. Di Brebes sudah pesan hampir 10 hari lalu untuk dikirim. Di Jogja juga ada teman yang minta kiriman, Kudus juga ada,” bebernya.

Baca juga: Kisah Sukses Bayu Setyawan: Mantan Penari Jaranan Blitar Jadi Perajin Barongan Beromzet Rp 20 Juta

Motif Batik Khas Tuban

Terkait model yang paling diminati pembeli selama Ramadan, Manaf menyebut peci warna hitam khas merek Adem Ayem masih menjadi yang paling sering dicari. 

Selain itu, peci dengan motif batik khas Tuban juga cukup tinggi peminatnya.

“Biasanya yang paling sering dicari yaitu peci hitam, namun peci batik juga cukup laris,” ucapnya.

Untuk harga peci yang dijual Manaf cukup bervariasi dan relatif terjangkau. Untuk peci standar dibanderol mulai Rp30 ribu hingga Rp75 ribu. Sementara peci berbahan batik memiliki harga lebih tinggi, tergantung kualitas bahan yang digunakan.

“Kalau yang batik ada kelas-kelasnya. Ada yang sampai Rp100 ribu sampai Rp200 ribu tergantung jenis batiknya. Kalau batik gedog bisa sampai Rp200 ribu,” pungkasnya.

Dalam proses produksi, Manaf mengerjakannya secara mandiri. Sementara untuk proses jahit dan beberapa tahapan lainnya seperti packing ia dibantu oleh tiga orang pekerjanya.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved