Selasa, 5 Mei 2026

Berkah Ramadan, Pesanan Melonjak Produsen Gula Kelapa di Blitar Kebanjiran Order

Pesanan gula kelapa di Blitar meningkat jelang Lebaran, produksi tembus 500 kg per hari.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Samsul Hadi
GULA KELAPA: Sejumlah pekerja sedang memproduksi gula kelapa di rumah Sulis Imroah (56), Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Rabu (4/3/2026). Pesanan gula kelapa meningkat menjelang Lebaran. 

Ringkasan Berita:
  • Pesanan gula kelapa Blitar naik jelang Lebaran.
  • Produsen gula kelapa produksi hingga 500 kg per hari.
  • Gula kelapa Blitar dikirim hingga Jakarta dan luar negeri.

 

SURYA.co.id BLITAR - Produsen gula kelapa di Blitar ikut kebanjiran pesanan di momen menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 atau Lebaran. 

Di momen seperti ini, produsen gula kelapa bisa memproduksi 400 kilogram sampai 500 kilogram gula kelapa per hari. 

"Menjelang Hari Raya, pesanan banyak. Tiap hari, kami dapat produksi 400-500 kilogram gula kelapa. Hari biasa, produksinya rata-rata 300 kilogram per hari," kata Sulis Imroah (56), produsen gula kelapa ditemui di rumahnya Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Rabu (4/3/2026).

Saat itu, sejumlah pekerja mayoritas perempuan sedang sibuk memproduksi gula kelapa di bagian belakang rumah Sulis, panggilan Sulis Imroah.

Sambil duduk berhadap-hadapan, beberapa pekerja terlihat cekatan mencetak gula kelapa. Dua pekerja lainnya tampak merebus air nira kelapa di dapur.

Baca juga: Umsura Gelar Pasar Rakyat Ramadan EcoFest, Hadirkan 54 UMKM hingga Bagi-bagi Tiket Umrah

Produksi gula kelapa di tempat Sulis masih konvensional. Ia menggunakan tungku kayu untuk merebus air nira sebagai bahan dasar gula kelapa.

Sedang satu pekerja lagi sibuk mengemas gula kelapa yang sudah jadi di dalam rumah Sulis.

Sulis biasanya juga ikut membantu dan mengawasi proses merebus air nira kelapa di dapur. 

Produksi Gula Kelapa Sejak Pukul 05.00 WIB

Di momen puasa, para pekerja mulai memproduksi gula kelapa pukul 05.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB. 

"Bahan baku gula kelapa hanya air nira dan gula pasir. Biar cepat produksinya, saya menambah gula kelapa yang sudah jadi di rebusan air nira," ujar ibu tiga anak itu. 

Baca juga: Magetan Tembus Pasar Dunia: 6 UMKM Resmi Ekspor Produk ke Maldives

Dengan cara itu, proses merebus air nira bisa lebih cepat mengental dan bisa segera dicetak menjadi gula kelapa hanya dalam waktu 15 menit. 

Kalau normal, proses perebusan air nira hingga siap dicetak menjadi gula kelapa bisa membutuhkan waktu sekitar enam sampai tujuh jam. 

"Kalau pakai cara normal, produksi kami tidak bisa memenuhi pesanan pelanggan. Apalagi, saat pesanan banyak seperti sekarang," kata Sulis yang mulai menekuni usaha gula kelapa sejak tahun 2000.

Sulis melayani pesanan gula kepala paling banyak dari wilayah Jakarta, Malang, dan Surabaya. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved