Sabtu, 9 Mei 2026

Ledakan Petasan Maut Ponorogo

Kesaksian Korban Ledakan Petasan Maut di Ponorogo: Saya Sempat Mencelat

Kesaksian Hindar Agusta, korban ledakan petasan di Ponorogo, Jatim, yang terpelanting saat mengembalikan motor. 1 pelajar SMP tewas.

Tayang:
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Pramita Kusumaningrum
KONDISI KORBAN - Begini kondisi korban berinisial H yang dirawat ruang Flamboyan, RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (2/3/2026). 2 korban ledakan petasan masih dirawat intensif. 

Ringkasan Berita:
  • Ledakan petasan di Ponorogo, Jawa Timur, mengakibatkan satu pelajar SMP meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka.
  • Korban selamat, Hindar Agusta, menceritakan dirinya terpelanting saat baru saja mengembalikan kunci motor di lokasi kejadian.
  • Satu korban lainnya, Ahmad Fatoani, masih menjalani perawatan intensif di ICU RSUD dr Harjono dengan luka bakar 36 persen.

 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Hindar Agusta, korban luka akibat ledakan petasan maut di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), masih menjalani perawatan di ruang rawat inap Flamboyan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi di rumah Minten, Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Pihak dokter RSUD dr Harjono Ponorogo menyebutkan, bahwa Hindar mengalami luka bakar sebesar 16 persen.

Saat dikunjungi oleh tim media, Hindar tampak sedang ditunggui oleh sang ibu, Senin (2/3/2026).

Dengan suara pelan, Hindar menceritakan detik-detik ledakan petasan maut yang mengakibatkan dirinya mengalami luka bakar serius.

Baca juga: Kondisi Terkini 2 Korban Ledakan Petasan Maut di Ponorogo, Dirawat Insentif di RSUD dr Harjono

Kronologi Kejadian di Rumah Minten

Hindar mengisahkan, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026. Ia bahkan mengaku sempat terlempar saat ledakan dahsyat itu terjadi.

"Bahkan saya sempat terpelanting," kisahnya kepada awak media.

Hindar menyebutkan, bahwa saat kejadian, terdapat beberapa orang di rumah Minten. Korban meninggal dunia, Rifai Kurnia Putra, sedang merakit petasan bersama temannya yang bernama Ahmad Fatoani.

Hindar menjelaskan, bahwa dirinya baru saja datang ke lokasi tersebut untuk mengembalikan sepeda motor.

"Terus kan saya baru datang mau mengembalikan motor, ya itu ngrakit di depan pintu. Saya di depan, di halaman. Mau mengembalikan kuncinya," ujarnya menjelaskan posisi saat kejadian.

Menurutnya, saat ia meletakkan kunci motor tersebut, ledakan langsung terjadi seketika.

"Terus adiknya itu kan masih ngerakit, lagi kuncinya saya taruh langsung meledak," tegas Hindar.

Baca juga: Terungkap Ledakan Petasan Maut di Ponorogo Berasal dari 5 Kg Black Powder

Hindar mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi pemicu ledakan tersebut. Ia tidak bisa memastikan apakah ledakan dipicu oleh rokok atau faktor lainnya.

"Gak lihat saya soal merokok. Soalnya saya kasih kunci, saya dingkluk gitu, terus meledak. Terus saya sempat mencelat," urai Hindar menggambarkan suasana mencekam tersebut.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved