Sabtu, 9 Mei 2026

Ledakan Petasan Maut Ponorogo

Terungkap Ledakan Petasan Maut di Ponorogo Berasal dari 5 Kg Black Powder

Tim Gegana Brimob Polda Jatim selidiki ledakan petasan di Ponorogo yang tewaskan pelajar SMP. Ditemukan 5kg bahan low explosive.

Tayang:
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Pramita Kusumaningrum
INVESTIGASI - Tim Gegana Brimob Polda Jatim saat melakukan investigasi di rumah Minten, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (2/3/2026). Pihak kepolisian terus mendalami ledakan petasan maut di Ponorogo. 
Ringkasan Berita:
  • Tim Gegana Brimob Polda Jatim menemukan unsur belerang dan potas yang dikategorikan sebagai low explosive atau black powder.
  • Ledakan yang terjadi di rumah Minten, Ponorogo, diperkirakan berasal dari 2 hingga 5 kilogram bahan petasan.
  • Insiden pada Minggu sore tersebut merenggut nyawa seorang pelajar SMP dan menciptakan kawah ledakan sedalam 5 sentimeter.

 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Tim Gegana Brimob Polda Jatim diterjunkan ke lokasi ledakan petasan yang terjadi di kediaman Minten, Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (2/3/2026).

Tim melakukan investigasi intensif di lokasi kejadian selama kurang lebih dua jam.

Penyisiran dilakukan oleh sejumlah personel Tim Gegana Brimob Polda Jatim mulai pukul 07.00 WIB.

Pantauan di lapangan menunjukkan petugas menyisir seluruh area rumah milik Minten, mulai dari halaman hingga ke bagian dalam ruangan.

Baca juga: Fakta Terbaru Ledakan Petasan Maut di Ponorogo, Warga Sebut Rumah Minten Sebagai Markas

Temuan Bahan Peledak Low Explosive

Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur, Kompol Dyan Vicky Sandi, mengungkapkan bahwa timnya menemukan sejumlah unsur bahan kimia di lokasi ledakan. Bahan-bahan tersebut dipastikan sebagai komponen pembuat serbuk hitam (black powder).

“Investigasi kami sementara yang kami temukan itu ada unsur belerang, kemudian ada potas atau booster kelengkeng, jadi yang dibuat disini dipastikan low explosif atau black powder,” ungkap Kompol Dyan Vicky Sandi.

Petugas menemukan berbagai barang bukti di rumah Minten yang diduga menjadi tempat perakitan petasan tersebut:

  • Selongsong petasan dalam berbagai ukuran
  • Bungkus belerang dan sisa potas
  • Kawah ledakan atau kawah dengan kedalaman mencapai 5 sentimeter
  • Tekanan ledakan yang menyebar ke arah luar rumah

Baca juga: Breaking News : Ledakan Petasan Hebat di Plosojenar Ponorogo Renggut Nyawa Siswa SMP

Dampak Ledakan dan Korban Jiwa

Kompol Sandi menjelaskan, bahwa daya ledak petasan ini tidak hanya bergantung pada jenis bahannya, melainkan juga jumlah kuantitas yang diracik. Untuk kasus di Ponorogo ini, berat racikan diperkirakan mencapai 2 hingga 5 kilogram (kg).

“Tapi ketika itu jumlahnya besar, daya ledaknya tinggi, impactnya itu bisa membahayakan atau merenggut nyawa seseorang karena tekanan yang sangat tinggi. Secara fisika seperti itu,” tegas pria yang akrab disapa Kompol Sandi tersebut.

Ledakan besar ini sebelumnya terjadi pada Minggu (1/3/2026) sore jelang waktu magrib di RT 02 RW 02 Dusun Cuwet.

Insiden tragis tersebut, mengakibatkan satu orang pelajar SMP dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat dahsyatnya tekanan ledakan.

“Mungkin 2 - 5 kilogram karena dibuat di luar rumah itu tekanan ke luar menyebar dan kreter kedalaman sampai 5 sentimeter, atau kawah ledakannya itu sangat besar sekali,” pungkasnya.

Pihak kepolisian melalui penyidik Polres Ponorogo masih mendalami dugaan adanya percikan api yang memicu ledakan tersebut.

Seluruh hasil investigasi dan temuan barang bukti dari Tim Gegana Brimob Polda Jatim, nantinya akan dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved