Kamis, 23 April 2026

Jalur Pacitan-Ponorogo Lumpuh Total, 11 Titik Longsor Tutup Jalan

Jalur Pacitan-Ponorogo lumpuh total Jumat (24/2/2026) pagi ini, ada 11 titik longsor yang menutup akses. Cek informasi selengkapnya.

|
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Cak Sur
istimewa
LONGSOR - Antrean kendaraan di akses utama yang menghubungkan Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tersendat setelah longsor besar menerjang jalur nasional tersebut di belasan titik berbeda, Jumat (27/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Jalur nasional Pacitan-Ponorogo lumpuh total akibat longsor di 11 titik pada Jumat (27/2/2026) pagi.
  • Material tanah dan batu menutup badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
  • Dinas PU Bina Marga Jatim mengerahkan dua unit wheel loader untuk mempercepat pembersihan material.

 

SURYA.CO.ID, PACITAN - Akses utama yang menghubungkan Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), dilaporkan lumpuh total pada Jumat (27/2/2026) pagi ini. Hal ini terjadi setelah longsor besar menerjang jalur nasional tersebut di belasan titik berbeda.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Pacitan selama dua malam terakhir, disinyalir menjadi pemicu utama pergerakan tanah. Akibatnya, material tanah dan batu dari tebing menutup seluruh badan jalan, menciptakan antrean panjang kendaraan.

Kronologi dan Dampak Longsor Jalur Pacitan-Ponorogo

Berdasarkan laporan di lapangan, titik longsor tersebar di sepanjang jalur yang melintasi perbatasan kedua kabupaten. Kondisi ini membuat arus lalu lintas dari kedua arah tidak dapat bergerak sama sekali.

  • Terdapat sedikitnya 11 titik longsor yang menutup total akses jalan nasional.
  • Material berupa tanah liat dan bongkahan batu menimbun aspal jalan.
  • Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak antrean dan tidak disarankan memaksa melintas.
  • Arus lalu lintas dinyatakan lumpuh total hingga proses evakuasi selesai.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Budi Harisantoso, mengonfirmasi pihaknya telah menerjunkan tim taktis ke lokasi kejadian.

"Iya benar, ini kami mengerahkan tim ke lokasi. Dua tim reaksi cepat sudah diturunkan untuk melakukan penanganan segera," ungkap Budi saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Jumat pagi.

Untuk mempercepat proses pembukaan jalur, pemerintah telah menyiagakan alat berat di titik-titik krusial. Dua unit wheel loader kini tengah bekerja keras menyingkirkan material longsor agar jalan provinsi ini bisa segera dilalui kembali.

Konteks Geografis dan Riwayat Longsor

Jalur Ponorogo-Pacitan, khususnya di wilayah Slahung hingga Tegalombo, dikenal sebagai zona merah rawan longsor.

Secara topografis, jalur ini dikelilingi perbukitan curam dengan struktur tanah yang labil, terutama saat memasuki puncak musim penghujan.

Kejadian serupa sering terjadi di titik-titik yang memiliki kemiringan lereng di atas 45 derajat.

Penanganan permanen berupa pemasangan dinding penahan tanah (retaining wall) telah dilakukan di beberapa titik, namun intensitas hujan yang ekstrem tetap menjadi tantangan besar bagi ketahanan infrastruktur di jalur ini.

Imbauan dan Jalur Alternatif

Petugas mengimbau para pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri menuju area terdampak demi keselamatan jiwa. Kondisi tanah yang masih basah dikhawatirkan memicu longsor susulan.

Masyarakat disarankan untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan hingga otoritas terkait menyatakan jalur aman. "Cari jalur lain, sampai proses pembersihan selesai dan jalur dinyatakan aman dilalui," tegas Budi.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved