Pedagang Lamongan Tagih Pasar Ramadan Ahmad Yani, Kini Dinilai Semrawut
Pedagang di Jalan Ahmad Yani Lamongan Jawa Timur mengeluh. Tanpa fasilitas Pemkab, suasana Ramadan kini semrawut dan tak tertata.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Pedagang musiman di Jalan Ahmad Yani Lamongan Jawa Timur mengeluhkan ketiadaan fasilitas Pasar Ramadan dari Pemkab.
- Kondisi lapak saat ini dinilai semrawut dan tidak tertata dibandingkan beberapa tahun silam.
- Diskoperindag Lamongan meminta pedagang tetap menjaga kelancaran lalu lintas secara mandiri.
SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Suasana Ramadan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), kini terasa jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
Memasuki hari kesembilan Ramadan, tidak terlihat lagi deretan tenda Pasar Ramadan yang biasanya memadati area antara Pasar Lamongan Baru dan Pasar Tingkat.
Kondisi ini memicu keluhan dari puluhan pedagang musiman. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kembali memfasilitasi pembukaan Pasar Ramadan di lokasi strategis tersebut, sebagaimana yang pernah dilakukan sekitar enam tahun silam.
Sejak fasilitas tersebut ditiadakan, para pedagang terpaksa membuka lapak secara mandiri.
Tanpa konsep tematik yang rapi, mereka berjualan seadanya di sejumlah titik yang membuat pemandangan kota terkesan tidak beraturan.
Keluhan Pedagang Terkait Penataan Lapak
Sugik, salah satu pedagang kembang api, mengungkapkan kerinduannya pada suasana Pasar Ramadan yang terorganisir.
Menurutnya, fasilitas tenda dari pemerintah sangat membantu menarik minat pembeli.
- Sentralisasi Ekonomi: Saat difasilitasi, seluruh kebutuhan Idul Fitri terpusat di satu titik sehingga pembeli membludak.
- Estetika Kota: Dulu terdapat gapura dan desain bernuansa Ramadan yang membuat suasana siang dan malam menjadi hidup.
- Ketertiban: Jalur masuk dan keluar pengunjung diatur ketat sehingga tidak memicu kemacetan parah di jantung kota.
"Sekarang ini semrawut, pedagang seenaknya menempatkan lapak. Dulu penataannya rapi, ada tenda dan nuansa Ramadannya terasa sekali. Kami rindu suasana seperti empat sampai enam tahun lalu," ujar Sugik saat ditemui SURYA.co.id di lapaknya, Kamis (26/2/2026).
Dampak ketiadaan Pasar Ramadan yang terpusat ini ternyata juga dirasakan oleh pemilik toko permanen di sekitar Pasar Lamongan Baru. Penurunan keramaian di area tersebut secara tidak langsung memengaruhi jumlah kunjungan pelanggan ke toko-toko mereka.
Respons Diskoperindag Lamongan
Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan memberikan instruksi kepada para pedagang yang ada saat ini. Pemerintah menekankan pentingnya kesadaran mandiri dalam menjaga ketertiban umum.
Pihak dinas meminta para pedagang musiman untuk tetap memperhatikan aspek estetika dan kelancaran arus lalu lintas. Lokasi Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalur padat kendaraan menjadi perhatian utama agar tidak terjadi kemacetan total selama bulan suci.
Tentang Pasar Ramadan Lamongan
Berdasarkan data yang dihimpun, Pasar Ramadan di Jalan Ahmad Yani dulunya merupakan ikon wisata belanja tahunan di Lamongan.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, fokus penataan dialihkan untuk menghindari penumpukan massa di jalan protokol utama.
- Lokasi Strategis: Jalan Ahmad Yani dipilih karena berada tepat di antara dua pasar besar yang menjadi urat nadi ekonomi Lamongan.
- Perubahan Kebijakan: Sejak pandemi beberapa tahun lalu, konsep pasar terpusat mulai dikurangi dan pedagang menyebar ke titik-titik mandiri.
- Volume Kendaraan: Meningkatnya volume kendaraan di Lamongan menjadi salah satu pertimbangan sulitnya mengizinkan penutupan sebagian jalan untuk pasar tenda.
Tips bagi Pengunjung dan Pedagang: Bagi masyarakat yang ingin berbelanja di kawasan Jalan Ahmad Yani, disarankan datang lebih awal sebelum jam puncak ngabuburit untuk menghindari kepadatan. Bagi pedagang, pastikan lapak tidak memakan badan jalan utama demi keselamatan bersama dan kenyamanan pengguna jalan.
| Cuaca Surabaya Hari Ini Minggu 10 Mei 2026: Cerah Berawan, Suhu Capai 34°C |
|
|---|
| Bernardo Tavares Tetap Puji Persebaya Surabaya Meski Gagal Menang di Solo |
|
|---|
| Festival Rujak Uleg 2026 Surabaya Masuk KEN, Kemenpar Beri Apresiasi |
|
|---|
| HiAce Angkut Wisatawan Asing Tabrak 3 Kendaraan di Jalur Bromo Probolinggo |
|
|---|
| Bonek Kecewa Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Persis Solo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Jalan-Ahmad-Yani-yang-sebelumnya-ramai-untuk-lokasi-Pasar-Ramadan-di-Lamongan.jpg)