Minggu, 31 Mei 2026

Kronologi Oknum Perangkat Desa Paksa Pasangannya Aborsi, Rekaman Suara Beredar Di Medsos

Si perempuan bercerita jika ia diberi obat yang tujuannya adalah untuk mengugurkan kandungannya

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
TANGKAP LAYAR - Rekaman suara dalam video seorang wanita yang diduga dipaksa oknum Sekdes di Lamongan untuk menggugurkan janin hasil hubungan gelapnya, Kamis (26/2/2026) Istimewa  

Ringkasan Berita:
  • Rekaman suara singkat beredar luas di dunia maya dan menjadi perbincangan warganet di Lamongan, Jawa Timur
  • Dalam unggahan berupa suara tersebut, si wanita  yang diduga adalah korban perangkat desa, sekdes. 
  • Si perempuan bercerita jika ia diberi obat yang tujuannya adalah untuk mengugurkan kandungannya
  • Ia diantar ke sebuah rumah sakit yang ada di Lamongan untuk bertanya terkait keinginan  oknum sekdes untuk aborsi.

 

SURYA.co.id LAMONGAN  -  Video rekaman suara singkat beredar luas di dunia maya dan menjadi perbincangan warganet di Lamongan, Jawa Timur.

Video tersebut memuat tulisan dan audio terkait ulah seseorang yang diduga sekdes di Lamongan yang tindakannya tidak lazim dan  tidak patut untuk dicontoh.

Beredarnya video inipun memicu beragam reaksi publik. Bahkan ramai jadi obrolan warung kopi.

Rekaman Yang Beredar Viral

Dalam tayangan itu, terlihat tulisan mencolok di bagian awal video berbunyi:

“DON’T TRY THIS AT HOME!” Tak lama kemudian, muncul kalimat lain yang diduga menyindir seseorang:

Baca juga: Pakar Hukum Untag Surabaya Soroti Aturan Aborsi bagi Korban Perkosaan dan Kedaruratan Medis

“Ayahab ilakes sam!!! ????” “Pas enak diem-diem bae, eh pas jadi anak mau kabur”. Narasi suara dalam video pun terdengar menyampaikan kalimat serupa. 

“Pas enak diam-diam saja, giliran jadi anak malah mau kabur.”tulis dalam video tersebut. 

Selain berisi tulisan, unggahan tersebut juga berisi rekaman suara seorang perempuan yang tengah menjelaskan persoalannya dengan seorang pria yang bertanya. 

Dalam unggahan berupa suara tersebut, si wanita  yang diduga adalah korban perangkat desa, sekdes. 

Terdengar, si  perempuan bercerita jika ia diberi obat yang tujuannya adalah untuk mengugurkan kandungannya. Disebut, jika obat tersebut diberi dan bukan ia sendiri yang membeli. 

Baca juga: Aksi Nekat Wanita di Bekasi Aborsi Janin 8 Bulan Tenggak 10 Butir Obat, Demi Diterima Kerja

"Saya dikasih obat buat menggugurkan kandungan. Sampai habis berapa juta itu buat beli obatnya. Orangnya yang beli," ungkap sosok perempuan dalam unggahan itu.

Akibat dipaksa untuk meminum obat yang diduga adalah obat penggugur kandungan itu, ia sampai mengalami muntah darah. 

Namun, janin dalam kandungannya tidak bisa hilang. "Ya sampai aku muntah darah juga itu tapi nggak bisa hilang janinnya itu," akunya. 

Selain membeli obat yang diduga obat penggugur kandungan, oknum yang diduga sekdes tersebut juga berusaha untuk mencari klinik-klinik aborsi

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved