Rabu, 22 April 2026

SDN Tiron 02 Madiun Dibobol Maling, 12 Chromebook dan Laptop Raib

SDN Tiron 02 Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dibobol maling, Selasa (17/2/2026). 12 Chromebook dan laptop raib digondol pelaku, cctv rusak.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Febrianto Ramadani
SEKOLAH DIBOBOL MALING - SDN Tiron 02 Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dibobol maling pada dini hari, belasan Chromebook dan laptop raib dibawa kabur pelaku. Petugas sekolah mengeluarkan beberapa dusbook Chromebook dan laptop yang sudah dalam keadaan kosong dari ruang kepala sekolah, Selasa (17/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • SDN Tiron 02 Madiun, Jawa Timur, dibobol maling saat tanggal merah, Selasa (17/2/2026), mengakibatkan hilangnya 12 Chromebook dan 1 laptop.
  • Pelaku masuk dengan mencongkel jendela belakang, sementara CCTV sekolah diketahui rusak sejak 3 bulan lalu.
  • Tim Inafis Polres Madiun telah melakukan olah TKP dan menduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang.

 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) kembali menyasar institusi pendidikan di Kabupaten Madiun. Jawa Timur (Jatim), SDN Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun, dibobol kawanan maling pada Selasa dini hari (17/2/2026).

Memanfaatkan momen tanggal merah, pelaku menggasak belasan unit Chromebook dan laptop inventaris sekolah. 
Hilangnya aset berharga ini baru diketahui penjaga sekolah pada pagi hari, saat hendak memeriksa ruangan. 
Saksi mata sekaligus guru sekolah, Andri Al Hamid, menuturkan peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh penjaga sekolah, Dadang, sekitar pukul 05.00 WIB. Mendapat kabar buruk tersebut, para guru langsung merapat ke lokasi. 
"Saya dihubungi penjaga sekolah bahwa sekolah dibobol maling," ujar Andri kepada SURYA.co.id di lokasi kejadian.

Jendela Dicongkel, CCTV Rusak

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga masuk ke ruang kepala sekolah dengan cara mencongkel salah satu jendela bagian belakang. 
Kondisi pengamanan sekolah saat kejadian memang sedang lemah karena kamera pengawas tidak berfungsi. 
"Kamera CCTV lagi trouble sejak 3 bulan lalu. Begitu kami cek, ada beberapa barang yang hilang," ungkap Andri. 
 Adapun daftar inventaris sekolah yang digondol maling meliputi:
  • 12 unit Chromebook (bantuan TIK).
  • 1 unit Laptop operasional.
  • 1 unit Hard Disk eksternal.
Pihak sekolah memperkirakan kerugian materiil mencapai Rp 40 juta. Kasus ini pun segera dilaporkan ke Polsek Nglames dan Dinas Pendidikan setempat.

Penyelidikan Polisi

Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Nglames, AKP Agustinus Dwi Cahyono, membenarkan insiden pembobolan di SDN Tiron 02.
Tim Inafis Polres Madiun telah diterjunkan untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi telah memasang garis polisi (police line) di dua ruangan yang diacak-acak pelaku, yakni ruang guru dan ruang kepala sekolah. Beberapa dusbook (kardus kemasan) laptop dan Chromebook juga diamankan sebagai barang bukti.
"Dari hasil Olah TKP, pelaku diduga masuk melalui jendela belakang sekolah dengan cara mencongkel. Pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang," jelas AKP Agustinus.
Mengenai total kerugian, polisi memiliki hitungan sementara sekitar Rp 17 juta, namun angka pastinya masih dalam pendataan inventaris.
"Hingga kini, tindak kejahatan pencurian disertai pemberatan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Siap mohon waktu," pungkasnya.

Sekolah Jadi Sasaran Empuk

Kasus pembobolan sekolah di Madiun untuk mengincar perangkat elektronik bukan kali pertama terjadi. Sekolah seringkali menjadi sasaran empuk karena menyimpan aset bernilai tinggi seperti bantuan TIK (Chromebook) dari pemerintah, namun seringkali minim pengamanan di malam hari.
Berdasarkan catatan berita kriminal di wilayah Madiun Raya, modus operandi yang digunakan hampir seragam: pelaku beraksi dini hari, mencongkel pintu atau jendela, dan mengincar ruang penyimpanan alat elektronik.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Polres Madiun pernah mengungkap sindikat pencurian spesialis sekolah yang bahkan menggunakan mobil rental untuk mengangkut puluhan komputer curian. Hal ini menunjukkan, bahwa sekolah-sekolah di Madiun perlu meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap aset negara yang dititipkan.

Imbauan Keamanan

Berkaca dari kejadian di SDN Tiron 02, pihak kepolisian dan pengamat keamanan memberikan sejumlah imbauan:

Bagi Pihak Sekolah:

  • Segera perbaiki sistem keamanan vital seperti CCTV. Jangan biarkan rusak berlarut-larut.
  • Pasang teralis besi pada jendela ruang penyimpanan aset berharga untuk mempersulit akses masuk paksa.
  • Optimalkan penjagaan malam (waker), terutama saat hari libur atau tanggal merah.

Bagi Masyarakat:

  • Jangan tergiur membeli laptop atau Chromebook dengan harga miring tanpa kelengkapan kotak (dusbook).
  • Jika menemukan transaksi mencurigakan terkait barang elektronik inventaris sekolah (biasanya ada stiker atau grafir khusus), segera lapor ke kantor polisi terdekat.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved