Jombang
Tanam 7 Ribu Pohon di Lahan Rawan Longsor Wonosalam, Program Penghijauan CJI, PWI dan Pemkab Jombang
Sebanyak 7.000 bibit pohon ditanam di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang pada Rabu (11/2/2026).
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Pemkab Jombang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang serta perusahaan CJI berkolaborasi dalam kegian penghijauan
- Sebanyak 7.000 bibit pohon ditanam di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang pada Rabu (11/2/2026).
- Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lingkungan di kawasan rawan longsor yang terus digencarkan Pemkab Jombang melalui DLH.
- Aksi penghijauan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon dan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
SURYA.CO.ID, JOMBANG - Sebanyak 7.000 bibit pohon ditanam di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang pada Rabu (11/2/2026).
Aksi penghijauan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon dan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lingkungan di kawasan rawan longsor yang terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi antara Pemkab Jombang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang serta perusahaan CJI.
Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, menjelaskan bahwa penggabungan dua momentum itu menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, insan pers, dan sektor swasta dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon bersamaan dengan Hari Pers Nasional. Ini bentuk kebersamaan antara Pemda, PWI, dan pihak perusahaan untuk menanam pohon di kawasan yang membutuhkan rehabilitasi," ucap Miftahul Ulum usai kegiatan kepada surya.co.id pada Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Cara Bikin Permen Tape Khas Wonosalam Jombang Tembus Pasar Oleh-oleh
Kawasan Rawan Longsor
Menurut Ulum, Desa Sambirejo dipilih karena kondisi lahannya tergolong kritis dan memiliki riwayat bencana longsor.
Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut tercatat mengalami dua kejadian longsor.
Berdasarkan hasil kajian, kawasan itu dinilai perlu segera mendapatkan penanganan melalui penanaman vegetasi berakar kuat.
"Karena lahannya kritis dan pernah terjadi longsor dua kali, maka kita fokus pada pohon yang kuat untuk konservasi lahan. Kalau perakarannya optimal, sekitar dua tahun sudah bisa tumbuh efektif dan membantu menahan tanah," katanya.
Jenis tanaman yang dipilih difokuskan pada pohon dengan daya ikat tanah yang baik guna memperkuat struktur lereng.
Ia menyebut, dalam kurun waktu sekitar dua tahun, akar pohon diharapkan sudah berkembang optimal dan mampu membantu menahan pergerakan tanah.
Baca juga: Antisipasi Perubahan Iklim, PDAM Surya Sembada Surabaya Galakkan Penghijauan di Kawasan Sumber Air
Dijadikan Agenda Rutin
DLH Jombang menargetkan program penanaman pohon dilakukan secara rutin dua kali setiap tahun sebagai bagian dari rehabilitasi lahan kritis di sejumlah titik rawan bencana.
Melalui gerakan kolaboratif ini, pemerintah daerah berharap upaya penghijauan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkelanjutan serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/PENGHIJAUAN-JOMBANG.jpg)