RS BHC Run 2026
RS BHC Run 2026 Digelar 8 Februari, Ini Persiapan Penting Agar Jantung Aman Saat Lari
Selain menjadi sarana menjaga kebugaran dan menguji stamina, RS BHC Run 2026 juga menawarkan hadiah menarik
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Peserta RS BHC Run 2026 diimbau tak hanya fokus pada latihan fisik, tetapi juga memperhatikan kesehatan jantung.
- Dokter spesialis jantung RS BHC, dr. Imelda Krisnasari, Sp.JP, beri tips yang kerap terlupakan oleh para pelari. Mulai dari pola istirahat yang cukup hingga membatasi asupan kafein sebelum lomba lari
- Dengan persiapan yang matang, RS BHC Run 2026 diharapkan menjadi ajang lari yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga aman dan menyehatkan bagi seluruh peserta.
SURYA.CO.ID, SURABAYA – Salah satu event yang paling ditunggu RS BHC Run 2026 yang akan digelar pada 8 Februari 2026, mengundang antusiasme ribuan pelari.
Selain menjadi sarana menjaga kebugaran dan menguji stamina, RS BHC Run 2026 juga menawarkan hadiah menarik berupa podium dan doorprize dengan total mencapai Rp 1 miliar.
Baca juga: Sport Tourism Bangkit di Madura, RS BHC Run 2026 Gabungkan Olahraga, Budaya dan UMKM
Menjelang digelarnya event yang diprakarsai Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) bekerja sama dengan TribunJatimNetwork tersebut, peserta diimbau tidak hanya fokus pada latihan fisik. Tetapi juga memperhatikan kesehatan jantung.
Persiapan Tepat Sebelum Lomba Lari
Persiapan yang tepat dinilai penting agar peserta dapat menyelesaikan lomba dengan aman dan nyaman.
Dokter spesialis jantung RS BHC, dr. Imelda Krisnasari, Sp.JP, membagikan sejumlah tips penting yang kerap terlupakan oleh para pelari, khususnya menjelang hari perlombaan.
Salah satu poin utama adalah menjaga pola istirahat yang cukup. Ia menyarankan peserta untuk tidur selama 7–8 jam, terutama dua malam sebelum race day.
“Tidur yang cukup adalah kunci agar detak jantung tetap stabil dan tubuh tidak mudah lelah saat lari dengan intensitas tinggi,” ujar dr. Imelda, Rabu (4/2/2026).
Batasi Asupan Kafein
Selain istirahat, dr. Imelda juga menyoroti kebiasaan konsumsi kafein, terutama di kalangan pelari muda.
Ia menyarankan agar peserta membatasi asupan kafein setidaknya 24 jam sebelum lomba.
Menurutnya, kombinasi adrenalin saat kompetisi dan kafein berlebih dapat memicu jantung berdebar lebih cepat, bahkan berisiko menyebabkan aritmia atau gangguan irama jantung.
“Persiapan bukan hanya soal latihan. Dengarkan sinyal dari tubuh agar race ini benar-benar menjadi ajang lari yang sehat untuk jantung kita semua,” pesannya.
Latihan Rutin Jelang Lomba Lari
Antusiasme menyambut RS BHC Run 2026 juga dirasakan para pelari muda.
Habi, pelari pelajar asal Sumenep, mengaku rutin melakukan latihan menjelang lomba.
Ia menyebut mengikuti kategori 5K pelajar dengan rutinitas latihan lari hingga enam kali dalam sepekan di sekitar Taman Bunga dan stadion.
| Mandala Surya Atletik Borong Dua Medali Emas dan Satu Perak di RS BHC RUN 2026 |
|
|---|
| Dewanti Rumpoko Takjub Kemeriahan RS BHC RUN 2026, Ajak Masyarakat Gemar Hidup Sehat |
|
|---|
| Sosok Alam Laksana Juara RS BHC RUN 2026 Kategori 5K Pelajar Putra Sebut ‘Hadiah Gak Kaleng Kaleng’ |
|
|---|
| Sosok Risky Fahmi Ardiansyah Pemenang RS BHC RUN 2026 Kategori 5K Umum Putra, Ini Kunci Suksesnya |
|
|---|
| RS BHC Run 2026 Meriah, Bupati Achmad Fauzi Berharap Jadi Agenda Tahunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/paling-spektakuler-yang-pernah-digelar-di-Kabupaten-Sumenep.jpg)