Senin, 27 April 2026

Daftar 10 Kecamatan di Jombang Terjangkit PMK, Vaksinasi Massal Dimulai

Kasus PMK kembali muncul di Jombang. Disnak suntikkan 18.000 vaksin ke ternak di 10 kecamatan. Simak data sebaran & imbauan penting bagi peternak

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Dinas Peternakan Jombang
PMK JOMBANG - Tim Puskeswan Dinas Peternakan Jombang saat melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Jumat (23/1/2026). Pemberian vaksin akan dilakukan secara bertahap selama Februari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Disnak Jombang, Jatim, menerima 18.000 dosis vaksin PMK tahap pertama dari pemerintah pusat untuk sapi, kambing, dan domba.
  • Cuaca ekstrem dan lalu lintas ternak memicu munculnya kembali kasus PMK di 10 kecamatan dengan total 32 sapi terinfeksi.
  • Vaksinasi massal dilakukan oleh 13 tim mulai Februari 2026 guna memutus mata rantai penularan di musim hujan.

 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), bergerak cepat merespons kembalinya ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mulai terdeteksi di sejumlah wilayah. Upaya pengendalian diperketat melalui vaksinasi massal seiring diterimanya alokasi 18.000 dosis vaksin tahap pertama dari pemerintah pusat.

Kepala Disnak Kabupaten Jombang, Moch. Saleh, menegaskan bahwa langkah ini krusial untuk memutus mata rantai penularan di tengah risiko wabah yang meningkat.

"Alokasi vaksin PMK tahap pertama dari APBN untuk Kabupaten Jombang sebanyak 18.000 dosis. Vaksin ini langsung kami aplikasikan secara serentak pada ternak sapi, kambing, dan domba di seluruh wilayah Jombang," ujar Saleh saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (4/2/2026).

Vaksinasi Massal Kejar Tayang

Proses penyuntikan vaksin telah dimulai sejak Senin (2/2/2026). Sebanyak 13 tim vaksinator diterjunkan menyisir seluruh kecamatan untuk memastikan ternak mendapatkan perlindungan.

Saleh menjelaskan, proses ini akan berlangsung bertahap sepanjang Februari 2026 dan berlanjut pada bulan berikutnya sesuai ketersediaan stok.

Faktor cuaca menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi lingkungan yang lembap akibat hujan mempercepat replikasi virus.

"Kami tekankan, pada musim hujan seperti sekarang ternak sangat rentan terserang PMK. Karena itu, kami berharap seluruh peternak di Jombang memanfaatkan program vaksinasi ini, terutama bagi ternak sapi," tegas Saleh.

Disnak telah memetakan lokasi prioritas vaksinasi, meliputi area sekitar pasar hewan yang menjadi titik rawan interaksi ternak, antara lain:

  • Pasar Hewan Kabuh
  • Ploso
  • Tambar
  • Ngoro
  • Sidowarek
  • Mojoagung

Sebaran Kasus dan Zona Merah

Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Hingga pertengahan Januari 2026, puluhan kasus PMK pada hewan berkuku belah telah dilaporkan. Data Dinas Peternakan Jombang per Kamis (15/1/2026) mencatat total 32 ekor sapi terkonfirmasi positif.

Virus ini menyebar di 10 kecamatan dengan rincian kasus sebagai berikut:

  • Kecamatan Jogoroto: 15 kasus (Tertinggi)
  • Kecamatan Jombang: 3 kasus
  • Kecamatan Perak: 3 kasus
  • Bandar Kedungmulyo, Bareng, Gudo, Sumobito: Masing-masing 2 kasus
  • Kudu, Mojowarno, Peterongan: Masing-masing 1 kasus

Pemicu: Cuaca dan Lalu Lintas Ternak

Munculnya kembali kasus PMK di Jombang dan beberapa daerah di Jawa Timur dipicu oleh kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. Faktor utama adalah cuaca ekstrem musim penghujan yang membuat kandang menjadi lembap, kondisi ideal bagi virus untuk berkembang biak.

Selain itu, masih banyaknya populasi rentan seperti pedet (anak sapi) yang belum divaksin menjadi celah masuknya penyakit. Saleh juga menyoroti risiko dari lalu lintas perdagangan ternak.

Ditambah lagi dengan lalu lintas ternak dari luar daerah yang tidak disertai kejelasan status kesehatan maupun riwayat vaksinasi, sehingga berpotensi membawa virus ke wilayah Jombang.

"Kami akan terus melakukan pengawasan lalu lintas ternak serta mengintensifkan edukasi kepada peternak guna menekan penyebaran PMK secara berkelanjutan," pungkas Saleh.

Latar Belakang: Sejarah Kelam PMK

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved