Belasan Ternak Di 3 Desa Diserang Hewan Buas, BKSDA Madiun Menduga Ada Invasi Anjing Liar
Ia menambahkan, jumlah hewan yang dilaporkan sebanyak 15 ekor mati. Belasan hewan itu berasal dari tempat berbeda.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Deddy Humana
Ringkasan Berita:
- Para peternak di 3 desa di Kabupaten Madiun resah dengan serangan hewan buas pada ternak kambing selama beberapa hari terakhir.
- Para peternak memperkuat kandang dan penjagaan setelah belasan ternaknya mengalami luka-luka dan dua di antaranya mati.
- BKSDA Madiun memeriksa kandang para peternak dan menemukan jejak seperti bekas anjing liar dan meminta peternak memperkuat penjagaan.
SURYA.CO.ID, MAGETAN - Para peternak di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun menyampaikan keresahan, lantaran sejumlah hewan miliknya diduga diserang hewan buas.
Akibatnya, terdapat luka bekas gigitan ditemukan di beberapa anggota tubuh hewan ternak. Kejadian tersebut dilaporkan ke pihak berwajib.
Menurut Kasi Trantib Kecamatan Dagangan, Nur Wahid, teror itu dialami para peternak dari 3 desa yakni Desa Segulung, Desa Padas dan Desa Ngranget.
“Kambing milik warga terluka di tubuhnya. Dari hasil penelusuran di lapangan, diduga ada jejak-jejak hewan liar seperti anjing,” ungkap Nur Wahid, Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan, jumlah hewan yang dilaporkan sebanyak 15 ekor mati. Belasan hewan itu berasal dari tempat berbeda.
“Kami imbau warga menguatkan kandangnya agar lebih rapat dan mungkin penjagaan lebih intensif lagi, terutama malam hari,” tuturnya.
“Terlebih lagi kandang hewan jauh dari rumah warga. Mungkin jaraknya 100 sampai 150 meter dari warga. Mungkin kontrolnya kurang, akhirnya ada serangan dari hewan buas,” jelas Nur Wahid.
Gigitan Hewan Buas
Sementara salah satu peternak di Desa Ngranget, Parminto menuturkan, luka-luka yang ditemukan pada kambing miliknya disinyalir merupakan bekas gigitan.
“Tahunya dikasih makan ternyata ketika dilihat di kandang, satu ekor luka cukup parah. Kemungkinan besar itu diserang binatang buas. Tetapi kurang tahu, masyarakat sini belum mengetahui itu binatang apa,” tuturnya.
Menurutnya, serangan hewan buas dilakukan dari luar kandang, sehingga binatang tidak bisa masuk ke dalam. Apalagi di area sekitar kandang ada banyak jejak kaki.
“Kemungkinan seperti jejak anjing. Tetapi kelihatan kakinya itu besar. Kami jelas khawatir, resah dengan kejadian ini,” bebernya.
Parminto juga tidak memungkiri hewan ternak di desa sebelah juga mengalami hal serupa. Ditambah lagi situasi serupa pernah terjadi beberapa waktu silam.
“Kalau sebelumnya 2 ekor mati. Kalau dari warga cuma bisa antisipasi kandang diperkuat atau lebih rapat,” tandas Parminto.
Penyelidikan BKSDA
Sementara Kabid KSDA Wilayah I Madiun, Agustinus Krisdijantoro mengaku telah mengumpulkan bahan keterangan di lokasi kejadian terkait kejadian tersebut.
ternak diserang hewan buas
BKSDA Madiun
teror hewan buas
ternak kambing
Madiun
SURYA.co.id
Meaningful
Multiangle
| Doa Assalamualaina Wa Ala Ibadillahissholihin dan Maknanya |
|
|---|
| Iran Ungkap Penyebab Perundingan dengan AS di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan |
|
|---|
| Polisi Imbau Masyarakat Atau Orangtua Tak Begitu Saja Beri Fasilitas Kendaraan Pribadi pada Anak |
|
|---|
| Surat Al Waqiah: Bacaan, Keutamaan, dan Manfaat Rahasia di Baliknya |
|
|---|
| Ketika The Dudas -1 ke Banyuwangi, Raffi, Desta, Ariel, dan Gading Eksplore Berbagai Destinasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/hewan-buas-Madiun.jpg)