Kamis, 4 Juni 2026

Banjir Situbondo

Banjir Situbondo: 32 KK Terisolir, Kerugian Infrastruktur Capai Rp 5,2 Miliar

Banjir Situbondo, Jatim, akibatkan infrastruktur rusak parah dengan kerugian Rp 5,2 miliar. Dua warga meninggal dunia. Jalur Pantura normal.

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Izi Hartono
DAMPAK BANJIR SITUBONDO - Rumah dan halaman rumah warga di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dipenuhi material lumpur yang dibawa banjir, Jumat (23/1/2026). Tidak hanya merendam permukiman, luapan air sungai juga melumpuhkan fasilitas umum dan infrastruktur vital dengan estimasi kerugian mencapai miliaran rupiah. 
Ringkasan Berita:
  • Banjir di 9 desa Situbondo Jatim menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan dengan total kerugian mencapai Rp 5,2 miliar.
  • Sebanyak 32 KK di Desa Wringin Anom terisolir akibat putusnya jembatan limpas, sementara dua warga dilaporkan tewas tersengat listrik.
  • Jalur Pantura yang sempat lumpuh total akibat luapan sungai kini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan sejak Kamis pagi.

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Bencana banjir yang melanda 9 desa di 5 kecamatan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim), menyisakan dampak kerusakan serius.

Tidak hanya merendam permukiman, luapan air sungai juga melumpuhkan fasilitas umum dan infrastruktur vital dengan estimasi kerugian mencapai miliaran rupiah.

Kerusakan Infrastruktur Meluas

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Situbondo, Abdul Kadir Jailani, mengonfirmasi kepada SURYA.co.id, bahwa sejumlah titik infrastruktur di Kecamatan Besuki, Jatibanteng dan Mlandingan mengalami kerusakan parah.

"Ada jembatan, badan jalan, dan jembatan limpas yang terdampak," kata Abdul Kadir, Jumat (24/01/2026).

Beberapa titik kerusakan signifikan meliputi jembatan di Desa Jetis yang putus total serta Jembatan Randu yang ambruk. 

Di Desa Wringin Anom, Kecamatan Jatibanteng, dua jembatan limpas juga dilaporkan terputus.

Baca juga: Situbondo Banjir: Jalur Pantura Lumpuh Total Akibat Tangkis Sungai Jebol

BANJIR SITUBONDO - Wakil Bupati (Wabup) Situbondo, Ulfiyah, saat turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (22/1/2026), untuk memantau proses penanganan.
BANJIR SITUBONDO - Wakil Bupati (Wabup) Situbondo, Ulfiyah, saat turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (22/1/2026), untuk memantau proses penanganan. (Surya.co.id/Izi Hartono)

Puluhan KK Terisolir dan Korban Jiwa

Putusnya akses jembatan memberikan dampak langsung bagi mobilitas warga. 

"Akibat jalan limpas yang putus, sebanyak 32 Kepala Keluarga (KK) kini terisolir," jelas Kadir. 

Selain itu, empat titik badan ruas jalan di Dusun Tegal dilaporkan ambrol akibat tergerus derasnya aliran air.

Bencana ini juga memakan korban jiwa. Dilaporkan, 2 orang warga meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat banjir melanda permukiman.

Estimasi Kerugian dan Kondisi Pantura

Berdasarkan akumulasi sementara, total kerugian fisik akibat bencana ini mencapai angka Rp 5,2 miliar lebih. 

Tim dari Dinas PUPR masih berada di lapangan untuk melakukan inventarisasi data infrastruktur yang rusak secara mendetail.

Sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur Situbondo pada Rabu (21/01/2026) malam memicu luapan Sungai Lubawang dan jebolnya tangkis sungai di Kembangsambi. Hal ini sempat menyebabkan kemacetan total di jalur Pantura arah Surabaya-Banyuwangi. Namun, per Kamis (22/01/2026), arus kendaraan dilaporkan telah kembali normal.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved