Rabu, 13 Mei 2026

Erupsi Gunung Semeru 14 Januari 2026: Awan Panas Meluncur 5 KM, Warga Diminta Waspada Hujan Abu

Gunung Semeru erupsi siang ini, Rabu (14/1/2026) dengan jarak luncur awan panas 5 km. BPBD Lumajang minta warga waspada hujan abu.

Tayang:
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Pos Pantau Gunung Api Semeru
GUNUNG SEMERU ERUPSI - Awan panas terpantau kamera CCTV Pos Pantau Gunungapi Semeru, aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan, Rabu (14/1/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Gunung Semeru erupsi di Lumajang Jatim pada Rabu (14/1/2026) pukul 11.25 WIB dengan luncuran awan panas sejauh 5 km ke arah lereng.
  • BPBD Lumajang memastikan pemukiman masih aman dari jangkauan APG, namun warga diminta waspada hujan abu dan visual puncak yang kini tertutup mendung pekat.
  • Status Semeru tetap Siaga (Level III), warga dilarang beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari puncak guna menghindari perluasan awan panas.

SURYA.CO.ID, LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada Rabu (14/1/2026) siang. 

Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut, dilaporkan mengalami erupsi dengan meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 5 kilometer (km) ke arah lereng.

Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.25 WIB. Hingga saat ini, status gunung api tersebut masih bertahan di Level III atau Siaga.

BPBD: Pemukiman Masih Dalam Jarak Aman

Merespons kejadian tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, langsung melakukan pemetaan dampak.

Ia memastikan bahwa awan panas belum menjangkau kawasan padat penduduk, sehingga tidak ada laporan kerusakan material maupun korban jiwa.

"Erupsi sudah berhenti pada jarak 5 kilometer dari puncak. Berdasarkan analisa kami, jarak tersebut belum menembus permukiman penduduk. Dipastikan kondisi masih aman," jelas Isnugroho saat dihubungi SURYA, Rabu siang.

Visual Puncak Tertutup Mendung dan Potensi Hujan Abu

Kondisi cuaca di sekitar lereng Semeru saat ini terpantau kurang bersahabat. Intensitas awan mendung cukup pekat disertai hujan mulai menyelimuti wilayah terdampak. 

Petugas di tanggul aliran lahar Sumbersari, Kecamatan Pronojiwo, melaporkan visual puncak Semeru tertutup total pada pukul 12.48 WIB.

Masyarakat diimbau mewaspadai potensi hujan abu yang dapat turun di sejumlah desa sekitar lereng, seiring dengan arah angin pasca-erupsi.

Rekomendasi Radius Bahaya

Meski dinyatakan aman dari pemukiman, otoritas terkait mengeluarkan larangan keras bagi masyarakat maupun wisatawan untuk melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.

  • Radius 13 KM: Dilarang melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan dari puncak (pusat erupsi).
  • Radius 17 KM: Waspada perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak ini dari puncak di sepanjang aliran sungai.
  • Radius 5 KM: Dilarang beraktivitas dalam radius ini dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu (pijar).

BPBD Lumajang terus berkoordinasi dengan relawan dan perangkat desa untuk memantau potensi banjir lahar dingin, mengingat cuaca di puncak saat ini sedang diguyur hujan.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved