Kamis, 30 April 2026

Pencuri Baut Rel Kereta Api di Blitar Tertangkap Basah, Mengaku Sudah Beraksi di 5 Lokasi Berbeda

Polisi tangkap pencuri 108 baut rel kereta api di Blitar Jatim. KAI Daop 7 Madiun: Sangat berbahaya, bisa akibatkan kereta api anjlok.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Polsek Sanankulon
PENCURIAN BAUT REL KERETA API - Polisi bersama petugas PT KAI mengamankan pelaku pencurian baut penambat jalur rel kereta api di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (7/1/2026). Pelaku mengakui telah beraksi di lima titik berbeda sepanjang jalur Blitar-Rejotangan. 

Ringkasan Berita:
  • DA (26) ditangkap warga dan Polsek Sanankulon saat mencuri baut rel kereta api di Desa Kalipucung, Blitar, Jatim, Rabu (7/1/2026).
  • Pelaku mengaku telah menggasak total 108 baut di lima lokasi berbeda sepanjang jalur Blitar–Rejotangan menggunakan tang dan cukit.
  • Humas KAI Daop 7 Madiun mengecam aksi tersebut, karena mengancam keselamatan ribuan penumpang dan berisiko menyebabkan kereta anjlok.

 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Suara dentuman keras dari arah jembatan rel kereta api di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), menjadi awal terbongkarnya aksi kriminalitas yang mempertaruhkan nyawa ribuan penumpang. 

Seorang pria berinisial DA (26) tak berkutik saat dikepung warga, setelah kedapatan mempreteli baut penambat rel kereta api pada Rabu (7/1/2026) pagi.

Aksi nekat ini bukan sekadar pencurian besi biasa, melainkan sabotase keselamatan transportasi umum yang berpotensi memicu kecelakaan kereta api (anjlok).

Kronologi Penangkapan oleh Warga

Kapolsek Sanankulon, AKP Nurbudi Santosa, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula dari kecurigaan warga sekitar Lapangan Bhirawa sekitar pukul 09.00 WIB. 

Warga melihat dua orang mencurigakan di sepanjang jalur rel, satu orang duduk memantau situasi, sementara lainnya memukul-mukul baut rel hingga menimbulkan suara nyaring.

"Saat petugas tiba di lokasi, satu pelaku sudah diamankan oleh warga. Sementara satu rekan pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan kini telah ditetapkan sebagai DPO," ujar AKP Nurbudi Santosa, Rabu (7/1/2026).

Dalam penggeledahan, polisi menemukan 13 buah baut rel yang disembunyikan dalam gulungan kaus di karung putih. 

Petugas juga menyita barang bukti berupa tang potong dan cukit yang digunakan untuk mencongkel komponen vital tersebut.

Pengakuan Mengejutkan: 108 Baut Digasak dari 5 Lokasi

Meski saat ditangkap hanya ditemukan 13 baut, hasil pengembangan penyidikan mengungkap fakta yang jauh lebih mengerikan. 

Pelaku mengakui telah beraksi di lima titik berbeda sepanjang jalur Blitar-Rejotangan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, membeberkan bahwa total komponen yang hilang mencapai 108 buah baut penambat rel. Pelaku menyasar titik-titik KM 127 hingga KM 133.

"Tindakan ini adalah kejahatan serius yang mengancam nyawa ribuan penumpang. Baut penambat adalah komponen vital penjaga kestabilan rel. Jika puluhan baut hilang, risikonya kereta bisa anjlok. Ini bukan soal nilai besi tua seharga Rp 4,1 juta saja, tapi soal keselamatan manusia," tegas Tohari dalam keterangan resminya.

Sanksi Hukum dan Imbauan KAI

Pihak KAI Daop 7 Madiun mengecam keras aksi tersebut, dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada Polres Blitar Kota. 

Pelaku kini dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui layanan darurat, jika melihat aktivitas mencurigakan di sepanjang jalur rel kereta api guna mencegah sabotase serupa terulang kembali.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved