Rabu, 6 Mei 2026

Tanam Perdana Bongkar Ratoon 2026 Digelar di Lahan Kodim 0814 Jombang

Program bongkar ratoon tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu.

Tayang:
Surya.co.id/Anggit Puji Widodo
BONGKAR RATOON - Proses tanam perdana Program Bongkar Ratoon Tahun Tanam 2025/2026 yang dilaksanakan di lahan Kodim 0814/Jombang, yang berlokasi di sebelah Koramil Kecamatan Diwek, tepatnya di Jalan Raya Diwek, Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Sabtu (3/1/2026). Target bongkar ratoon di Kabupaten Jombang tahun ini mencapai 2.554 hektar. 

Ringkasan Berita:
  • Kegiatan tanam perdana Program Bongkar Ratoon Tahun Tanam 2025/2026 dilakukan di lahan Kodim 0814/Jombang, Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Sabtu (3/1/2026). 
  • Program bongkar ratoon langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendukung program swasembada gula nasional
  • Luas areal tebu di Jombang 10.787 hektare dengan produksi sekitar 787 ribu ton.

 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Kegiatan tanam perdana Program Bongkar Ratoon Tahun Tanam 2025/2026 dilakukan di lahan Kodim 0814/Jombang, Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang pada Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.38 WIB tersebut diikuti kurang lebih 50 peserta ini menjadi momentum awal kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jombang, TNI, serta pemangku kepentingan sektor pergulaan.

Hadir langsung Bupati Jombang H. Warsubi bersama Wakil Bupati KH. M. Salmanudin Yazid, jajaran Forkopimda, pimpinan TNI-Polri, perwakilan BUMN pergulaan, hingga instansi teknis terkait.

Baca juga: Lamongan Komitmen Wujudkan Swasembada Gula Lewat Program Bongkar Ratoon

SEVP Pengembangan PT Sinergi Gula Nusantara, Putu Sukarmen, dalam sambutannya menyampaikan program bongkar ratoon tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu.

"Tahun ini, Jombang menargetkan penanaman tebu di lahan seluas sekitar 3.300 hektare," ucapnya dalam keterangan yang disampaikan dihadapan Forkopimda Kabupaten Jombang pada Sabtu (3/1/2026).

Terobosan Positif

Ia menilai, kolaborasi Pemkab Jombang dengan TNI merupakan terobosan positif yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

"Terlebih, potensi lahan pertanian di Jombang dinilai sangat mendukung pengembangan komoditas tebu di tengah tingginya kebutuhan gula nasional yang masih belum sepenuhnya terpenuhi dari produksi dalam negeri," katanya melanjutkan.

Sementara itu, Dandim 0814/Jombang Letkol Kav. Dicky Prasojo menjelaskan, lahan Kodim seluas kurang lebih tiga hektare digunakan sebagai lokasi tanam perdana.

Meski tidak terlalu luas, lahan tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus bagi masyarakat dan institusi lain untuk turut berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian.

“TNI siap mendukung penuh program pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami agar seluruh program Kodim sejalan dengan Asta Cita dan pembangunan nasional,” ujarnya.

Kunci Jaga Produktivitas dan Kualitas Tebu

Bupati Jombang H. Warsubi dalam kesempatan tersebut juga memaparkan capaian sektor pergulaan daerah berdasarkan data tahun 2024.

Luas areal tebu di Jombang tercatat mencapai 10.787 hektare dengan produksi sekitar 787 ribu ton.

Rendemen tebu juga mengalami peningkatan signifikan hingga rata-rata 7,11 persen, menghasilkan produksi gula kristal putih setara 56 ribu ton.

Menurutnya, program bongkar ratoon menjadi kunci menjaga produktivitas dan kualitas tebu.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved