Jumat, 5 Juni 2026

Banjir Bangkalan, Jalan Protokol Kamal Jadi Sungai Dadakan Berarus Deras, Air Capai 1,5 Meter

Banjir 1,5 meter rendam Kamal Bangkalan Madura Jatim, jalan protokol mendadak berubah jadi sungai berarus deras.

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Cak Sur
istimewa
BANJIR BANGKALAN - Sebuah kendaraan roda empat terpaksa berhenti di jalan menuju depan Pasar/Kecamatan Kamal, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang mendadak berubah menjadi sungai berarus deras ketinggian air mencapai 1,5 meter setelah diterjang hujan lebat, Sabtu (27/12/2025) sore hingga menjelang waktu Isya. Banjir Banggkalan kali ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terparah 
Ringkasan Berita:
  • Hujan ekstrem sebabkan banjir setinggi 1,5 meter di Pasar Kamal Bangkalan Madura Jatim hingga jalan protokol berubah menyerupai sungai arus deras.
  • Camat Kamal soroti sistem drainase yang sesak dan menjamurnya perumahan tanpa standar gorong-gorong memadai sebagai penyebab utama luapan air.
  • BPBD Bangkalan juga mencatat insiden pohon tumbang menimpa jaringan listrik di Kelurahan Bancaran akibat badai petir yang terjadi serentak.

 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Kawasan Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim), mencekam setelah hujan deras disertai petir melanda wilayah tersebut pada Sabtu (27/12/2025) sore. 

Jalur protokol menuju Pelabuhan Kamal mendadak berubah menjadi sungai dengan arus yang sangat deras, memaksa para pengendara menghentikan laju kendaraan demi keselamatan.

Banjir kali ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terparah. Ketinggian air di titik pertemuan arus depan Pasar Kamal dilaporkan mencapai 1,5 meter, sementara di beberapa titik drainase lain bahkan menembus angka 2 meter.

Baca juga: Hujan Badai Terjang Bangkalan: Jalan Depan Pasar Kamal Mendadak Jadi Sungai Deras

Camat Kamal: Arus Sangat Deras, Saya Sampai Terjatuh

Camat Kamal, Ainul Yaqin, yang terjun langsung ke lokasi mengungkapkan betapa berbahayanya kondisi di lapangan. 

Ia menyebutkan, bahwa debit air yang meluap dari gorong-gorong tidak lagi mampu tertampung dan tumpah sepenuhnya ke badan jalan.

“Paling parah di Pasar Kamal karena pertemuan arus dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Di got depan SMPN 1 Kamal atau Puskesmas bahkan sampai 2 meter. Untuk di depan pasar, saya berdiri saja jatuh karena arus air sangat deras, saya tidak berani menerjang,” ungkap Yaqin kepada media, Sabtu malam.

Soroti Perumahan Baru dan Gorong-Gorong 'Crowded'

Lebih lanjut, Yaqin mengeluhkan kondisi infrastruktur drainase di wilayahnya, yang dinilai sudah tidak layak menampung debit air saat hujan intensitas tinggi.

Ia menuding berkurangnya kawasan resapan akibat menjamurnya perumahan baru sebagai pemicu utama.

“Gorong-gorong sudah crowded (sesak), sementara kawasan resapan semakin berkurang. Ada perumahan baru yang tidak melengkapi standar teknis gorong-gorong dengan alasan memakai sistem resapan. Saya akan pertanyakan izinnya, kenapa tidak melibatkan pihak kecamatan?” tegasnya.

Pihak kecamatan berencana melakukan monitoring ketat ke seluruh pengembang perumahan di Kamal, untuk memastikan keberadaan saluran drainase yang sesuai standar teknis.

Pohon Tumbang Timpa Jaringan Listrik di Kota

Selain banjir di Kamal, BPBD Kabupaten Bangkalan juga melaporkan dampak cuaca ekstrem di wilayah perkotaan. 

Tercatat dua kejadian pohon tumbang di Kelurahan Bancaran, yakni di kawasan Barat Tambak dan depan Perumahan Graha Mentari.

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Moh Zainul Qomar, menjelaskan bahwa pohon tumbang di depan Graha Mentari memerlukan penanganan khusus, karena menimpa jaringan kabel listrik.

“Kami berkoordinasi dengan PLN karena pohon menimpa jaringan listrik. Untuk banjir di Kamal, air memang sempat masuk ke rumah warga di Desa Banyuajuh, namun sudah mulai surut sejak pukul 20.00 WIB. Kami imbau warga segera kerja bakti membersihkan saluran air,” pungkas Qomar.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved