Sabtu, 9 Mei 2026

Darurat Sampah, BKSDA Tutup Air Terjun Kalipait Bondowoso dari Wisatawan

BKSDA tutup Air Terjun Kalipait Bondowoso Jatim karena masalah sampah & status konservasi. Simak alasan lengkap & rencana pengelolaannya!

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Cak Sur
istimewa
AIR TERJUN KALIPAIT - Sejumlah mahasiswa saat mengikuti wisata edukasi di Air Terjun Kalipait, Bondowoso, Jawa Timur, sekitar tahun 2024. Kini Air Terjun Kalipait ditutup oleh BKSDA meski telah berstatus TWA, karena banyaknya sampah pengunjung. 

Ringkasan Berita:
  • BKSDA resmi menutup Air Terjun Kalipait, Bondowoso, Jatim, akibat tumpukan sampah pengunjung dan belum adanya sarana prasarana penunjang wisata yang memadai.
  • Penutupan situs Ijen UNESCO Global Geopark ini akan berlangsung hingga pengelola resmi ditetapkan dan fasilitas keamanan serta petugas siap siaga di lokasi.
  • PHIG Bondowoso mendukung langkah ini karena Kalipait merupakan kawasan konservasi berkadar asam tinggi yang kelestariannya harus diprioritaskan.

 

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) secara resmi menutup akses kunjungan wisatawan ke destinasi Air Terjun Kalipait yang berlokasi di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Jatim). 

Langkah tegas ini diambil, menyusul banyaknya keluhan terkait tumpukan sampah, serta demi menjaga statusnya sebagai kawasan konservasi.

Air Terjun Kalipait, merupakan bagian dari situs Geologi dalam Ijen UNESCO Global Geopark yang menghubungkan wilayah Bondowoso dan Banyuwangi. 

Meski secara administratif belum dikelola secara resmi sebagai objek wisata, keindahan air terjun berwarna hijau dengan kadar asam tinggi ini selalu berhasil memikat pengunjung.

Penutupan Akibat Sampah dan Kurangnya Fasilitas

Koordinator RKW 15 Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Rusdi Santoso, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan dengan memasang pagar pembatas di area depan air terjun. 

Faktor utama kebijakan ini, adalah perilaku pengunjung yang tidak bertanggung jawab dalam membuang sampah.

“Kemarin dikeluhkan sampah bawaan pengunjung, makanya jadi ditutup. Penutupan akan dilakukan sampai sarana dan prasarana pendukung sebagai objek wisata siap, termasuk petugas yang akan berjaga,” ujar Rusdi, Sabtu (27/12/2025).

Rusdi menambahkan, bahwa hingga saat ini tidak ada pungutan tiket masuk ke Air Terjun Kalipait. 

Untuk mencegah pengunjung yang nekat menerobos masuk selama masa penutupan, petugas BKSDA akan melakukan patroli rutin secara bergantian di kawasan tersebut.

Fungsi Utama Sebagai Kawasan Konservasi

Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtias, menegaskan bahwa status Kalipait sebenarnya adalah Taman Wisata Alam (TWA) yang lebih menitikberatkan pada aspek konservasi.

 “Kawasan itu adalah tempat konservasi, jadi tidak serta-merta menjadi tujuan wisata massal. Jika memang ingin masuk, harus sesuai dengan kebijakan BKSDA. Kami mengapresiasi penutupan ini demi kesehatan lingkungan di Kalipait,” ungkap Tantri.

Tantri juga menyebutkan, bahwa selama ini kunjungan edukasi ke situs tersebut memerlukan izin khusus. 

Meskipun Dinas Pariwisata (Disparbudpora) Bondowoso dan Bumdes Kalianyar pernah mengajukan diri sebagai pengelola, BKSDA menilai masih diperlukan diskusi panjang untuk menentukan skema pengelolaan yang tepat.

Keunikan Geologi Air Terjun Asam

Air Terjun Kalipait dikenal unik, karena airnya yang berwarna hijau berasal langsung dari Danau Kawah Ijen. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved