Libur Natal dan Tahun Baru
Libur Sekolah Bareng Libur Nataru, Kunjungan Wisata di Lamongan Masih Normal
Sejumlah pengelola objek wisata Lamongan menyebut, kondisi kunjungan belum menunjukkan peningkatan signifikan
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Jumlah wisatawan di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Lamongan belum mengalami lonjakan signifikan saat Libur Natal dan Tahun Baru 2026
- Masa cuti bersama dan libur sekolah hingga 2 Januari 2026, diprediksi menjadi momentum meningkatnya kunjungan.
- Disparbud Lamongan berharap, sisa waktu libur dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata di daerah sendiri sekaligus mendorong pergerakan ekonomi lokal
SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Libur sekolah yang bertepatan dengan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 tidak serta-merta berdampak pada lonjakan jumlah wisatawan di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Lamongan.
Hingga beberapa hari menjelang pergantian tahun, tingkat kunjungan masih terpantau relatif normal.
Sejumlah pengelola objek wisata Lamongan menyebut, kondisi kunjungan belum menunjukkan peningkatan signifikan dibanding hari biasa.
Baca juga: DLH Lamongan Lakukan Pengeprasan Pohon Antisipasi Cuaca Ekstrem
Arus wisatawan cenderung fluktuatif dan belum memadati lokasi wisata seperti yang kerap terjadi pada momen libur panjang sebelumnya.
Belum Terlihat Peningkatan Pengunjung
Seperti yang terjadi di Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo dan Goa. hingga saat ini, belum terlihat peningkatan pengunjung di dua destinasi wisata terbesar di Lamongan itu.
"Musim liburan ini masih belum ada kenaikan (pengunjung ) mas, landai-landai aja," kata Asisten Manajer Pemasaran WBL dan Maharani Zoo Juli Tri Wahyuningtiyas, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/12/2025).
Menurut Juli, untuk saat ini masih normal, belum ada lonjakan yang berarti. Kunjungan ada, tapi tidak sampai membludak.
Pada momen libur panjang seeprti ini, biasanya sudah terjadi lonjakan pengunjung dibandingkan hari-hari biasa. Namun rutinitas itu belum terlihat di tahun ini.
"Harusnya sudah (ada peningkatan pengunjung). Tapi ternyata sampai saat ini masih landai-landai saja," katanya.
Faktor Cuaca Jadi Pertimbangan Wisatawan
Ssebagian masyarakat memilih untuk tidak bepergian jauh dan lebih memanfaatkan waktu libur dengan berkumpul bersama keluarga di rumah.
Selain itu, faktor cuaca yang tidak menentu juga menjadi pertimbangan wisatawan untuk menunda perjalanan wisata.
Juli mengungkapkan, penurunan kunjungan wisatawan sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan analisa tim marketing WBL dan Maharani Zoo, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor.
"Sepertinya, ini karena lokasi wisata tambah banyak, dan perekonomian juga yang masih lesu," ujar Juli.
Meskipun aktivitas wisatawan belum bergeliat, pihak manajemen optimistis arus wisatawan akan meningkat dalam sepekan ke depan.
| Periode Libur Natal dan Tahun Baru, 176.348 Penumpang Naik KA dari Stasiun KAI Daop 7 Madiun |
|
|---|
| 200 Ribu Lebih Penumpang Padati Stasiun Banyuwangi Selama Libur Nataru, Berkat Jujugan Wisata |
|
|---|
| Bandara Juanda Layani 864.231 Penumpang Selama Musim Libur Natal dan Tahun Baru |
|
|---|
| Arus Balik Nataru Meningkat, Lebih dari 25 Ribu Penumpang Tiba di KAI Daop 8 Surabaya |
|
|---|
| Puncak Arus Balik Libur Nataru, Penumpang Diperkirakan Tembus 5.000 di Terminal Patria Blitar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/lamongan-berwisata-di-daerah-sendiri-sekaligus-mendorong-pergerakan-ekonomi-lokal.jpg)