Rabu, 3 Juni 2026

Banjir Rendam Permukiman dan Perkebunan di Situbondo, Masyarakat Ajukan Pengerukan Sungai

Sebelum air sungai meluap, kata Puriyono, wilayah itu diguyur hujan deras sejak pukul 11.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB.

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
BPBD Situbondo
PENDANGKALAN - Banjir akibat luapan air sungai menggenangi permukiman di Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Senin (15/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Banjir terjadi di dua dusun di Kecamatan Asembagus Situbondo setelah hujan deras selama tiga jam.
  • Puluhan rumah warga kebanjiran dan belasan hektare sawah juga terendam akibat banjir luapan sungai tersebut.
  • Pihak kecamatan akan mengajukan normalisasi berupa pengerukan pada sungai di wilayah itu karena banjir sebenarnya disebabkan pendangkalan.

 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Puluhan rumah di dua dusun di Kabupaten Bondowoso terdampak banjit akibat luapan sungai pasca hujan deras, Minggu (14/12/2025) petang lalu.

Luapan banjir itu terjadi di wilayah Dusun Selatan dan Tenggara di Desa Battal, Kecamatan Asembagus, setelah debit air Sungai Cora Menjangan meningkat. Volume air saat hujan itu sangat besar sehingga meluber ke permukiman warga.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono membenarkan banjir yang menggenangi puluhan rumah warga tersebut.

"Banjir itu terjadi kemarin sore sekitar pukul 15.30 WIB dan yang terdampak ada sebanyak 21 rumah di dua dusun di Desa Battal," kata Puriyono, Senin (15/12/2025).

Sebelum air sungai meluap, kata Puriyono, wilayah itu diguyur hujan deras sejak pukul 11.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB.

Luapan Air Sungai

Derasnya hujan itu menyebabkan debit air sungai terus meningkat dan tidak mampu menampungnya hingga meluber ke jalanan dan permukiman. "Untuk ketinggian banjir mencapai 40 hingga 50 centimeter," katanya.

Sementara Camat Asembagus, Faisol Afandi mengatakan, banjir luapan sungai itu tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga membanjiri areal persawahan. "Akibatnya tanaman melon dan jagung warga rusak," kata Faisol.

Faisol menambahkan, penyebab utama luapan itu karena terjadi kedangkalan sungai yang dipicu sedimentasi dan sudah lama tidak dinormalisasi. 

Untuk itu pihaknya akan memfasilitasi pihak desa untuk mengajukanb pengerukan ke Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Pemkab Situbondo. "Selain itu kami akan usulkan permintaan bronjong untuk memperkuat tangkis sungai," kata Faisol. *****

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved