Selasa, 28 April 2026

Bupati Jombang Respons Serius Fenomena Retakan Tanah di Wonosalam, Siagakan Tim Teknis dan BTT

Fenomena retakan tanah muncul di Wonosalam, Jombang, Jatim. Pemkab Jombang siagakan tim teknis dan siapkan BTT untuk tindakan darurat.

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Anggit Puji Widodo
FENOMENA RETAKAN TANAH - Bupati Jombang, Warsubi, saat dikonfirmasi awak media soal fenomena retakan tanah di Wonosalam, di Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (12/12/2025). Ia memastikan penanganan cepat lakukan langkah antisipasi. 
Ringkasan Berita:
  • Fenomena retakan tanah ditemukan di Wonosalam, Jombang, Jatim, diduga akibat pergerakan tanah bawah.
  • Pemkab Jombang siagakan tim teknis dan siapkan BTT untuk tindakan darurat.
  • BPBD imbau warga jauhi lokasi retakan dan tingkatkan kewaspadaan saat hujan deras.

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Fenomena retakan tanah memanjang kembali muncul di kawasan perbukitan Wonosalam, Jombang, Jawa Timur (Jatim). Pemerintah daerah langsung turun tangan, karena celah tanah sepanjang 50 meter itu dinilai berpotensi memicu pergerakan tanah di musim hujan.

Retakan Capai 50 Meter, Diduga Akibat Pergerakan Tanah Bawah

Retakan tanah ditemukan pertama kali oleh warga pada Kamis (4/12/2025) pagi di area perbukitan Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat desa dan BPBD.

Tim gabungan dari Pusdalops BPBD Jombang dan Dinas PUPR telah melakukan pengukuran awal. 

Hasilnya, retakan mencapai sekitar 50 meter dengan lebar 9–20 sentimeter, sementara kedalamannya diperkirakan lebih dari satu meter di sejumlah titik. 

Kondisi tersebut, menunjukkan adanya potensi pergerakan tanah bawah yang perlu diantisipasi.

Baca juga: Fenomena Retakan Tanah di Wonosalam Jombang, BPBD: Ini Tanda Peringatan yang Serius

Pemkab Jombang Siapkan BTT untuk Tindakan Darurat

Bupati Jombang, Warsubi, merespons serius terkait fenomena retakan tanah di Wonosalam.

Ia menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang sudah menurunkan tim teknis untuk melakukan asesmen lapangan dan memetakan risiko bencana.

“Kami telah mengerahkan tim teknis untuk mempelajari situasi dan menyiapkan langkah-langkah strategis. Anggaran tak terduga (BTT) siap dialokasikan jika diperlukan tindakan darurat,” ujar Bupati Warsubi saat dikonfirmasi, Jumat (12/12/2025).

Ia menambahkan, bahwa warga sekitar lokasi retakan telah diberi edukasi untuk meningkatkan kewaspadaan, dan siap mengungsi sementara apabila kondisi tanah menunjukkan gejala memburuk.

“Kewaspadaan kolektif sangat krusial. Kami mendorong warga untuk aktif melaporkan perubahan kondisi di sekitar mereka,” imbuh Warsubi.

BPBD Imbau Warga Jauhi Lokasi Retakan saat Hujan Deras

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menilai lokasi Wonosalam merupakan kawasan dengan karakter tanah labil, sehingga retakan ini perlu mendapat perhatian serius.

“Tim kami sedang memetakan area dan mengidentifikasi titik-titik rawan. Kami imbau warga untuk tidak mendekati zona retakan, terlebih saat intensitas hujan tinggi,” ujarnya.

Meski jarak retakan dari permukiman terdekat sekitar 500 meter, BPBD tetap memasukkan fenomena ini sebagai potensi ancaman yang dapat berkembang tiba-tiba di tengah tingginya curah hujan.

Kini, pemantauan intensif terus dilakukan untuk melihat perkembangan retakan, mengevaluasi kondisi geologis, dan memastikan keselamatan warga di area lereng perbukitan.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved