Minggu, 26 April 2026

Fenomena Retakan Tanah di Wonosalam Jombang, BPBD: Ini Tanda Peringatan yang Serius

Fenomena retakan tanah di lereng bukit Wonosalam, Jombang, Jatim, BPBD lakukan asesmen darurat dan imbau warga menjauhi area rawan.

|
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Anggit Puji Widodo
RETAKAN TANAH - Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, memberikan keterangan saoal fenomeran retakan tanah di Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, Jumat (12/12/2025). Ia mengimbau warga tidak mendekati area retakan demi keselamatan. (Kanan) Tim BPBD Jombang saat memantau kondisi retakan tanah di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Kamis (11/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Retakan tanah hampir 50 meter ditemukan di perbukitan Wonosalam, Jombang, Jatim.
  • BPBD lakukan asesmen, retakan lebarnya 9–20 cm dan kedalaman lebih dari 1 meter.
  • Warga diminta menjauhi lokasi dan meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan.

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Fenomena retakan tanah sepanjang hampir 50 meter ditemukan di lereng perbukitan Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), Jumat (12/12/2025). 

Temuan ini memicu respons cepat dari BPBD, karena wilayah tersebut dikenal memiliki tanah labil dan rawan pergerakan saat musim hujan.

Petani Temukan Retakan Menganga di Area Perkebunan

Retakan pertama kali terlihat oleh seorang petani di kawasan perkebunan Dusun Jumok, Desa Sambirejo pada Kamis (4/12/2025) pagi. 

Setelah melihat potensi bahaya, warga melapor kepada kepala dusun, kemudian diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang.

Tim Pusdalops BPBD langsung melakukan pemeriksaan. Hasil pengukuran sementara menunjukkan panjang retakan hampir 50 meter dengan lebar 9–20 sentimeter, serta kedalaman di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter.

Baca juga: Bupati Jombang Respons Serius Fenomena Retakan Tanah di Wonosalam, Siagakan Tim Teknis dan BTT

BPBD Imbau Warga Hindari Area Retakan

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyebut kondisi tanah di Wonosalam yang labil menjadikan retakan ini sebagai tanda peringatan yang serius, menjadi faktor utama kewaspadaan terhadap fenomena ini.

“Tim kami sedang memetakan area dan mengidentifikasi titik-titik rawan. Kami mengimbau warga untuk tidak mendekati zona retakan, terlebih saat intensitas hujan tinggi,” ujar Wiku saat dikonfirmasi.

Meski lokasi retakan berjarak sekitar setengah kilometer dari permukiman terdekat, BPBD menilai potensi pergerakan tanah tetap harus diwaspadai, terutama pada musim penghujan.

Pemdes Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Kepala Desa Sambirejo, Sungkono, membenarkan adanya retakan tersebut dan telah memberikan peringatan kepada warganya.

“Kami telah memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar lahan pertanian dan perkebunan, untuk selalu berhati-hati,” ujarnya.

BPBD masih melakukan asesmen lengkap, dan menyiapkan rekomendasi teknis untuk penanganan lanjutan. 

Pemerintah desa dan aparat kecamatan juga bersiaga apabila diperlukan langkah evakuasi.

“Pemerintah desa dan aparat kecamatan siaga melakukan langkah-langkah evakuasi jika diperlukan,” pungkas Wiku.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved