Jumat, 5 Juni 2026

Emak-Emak Bangkalan Berebut Daging Ayam dan Gula Murah, Beras Premium Hanya Turun Rp 1.000

Meski pasar murah bukan sebagai kompetitor, Khofifah berpesan jangan dilaksanakan berdekatan dengan pasar tradisional. 

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
Tribunnews.com/Ahmad Faisol
PASAR MURAH - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memantau pasar murah di GOR Sunan Mertoyoso, Desa Martajasah, Kota Bangkalan, Kamis (11/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Pemprov Jatim membuka pasar murah di Bangkalan sebagai upaya pemenuhan sembako dengan harga terjangkau menjelang Nataru.
  • Pasar murah di Bangkalan menjual komoditas gula dan daging ayam dengan harga sedikit lebih murah dari pasaran.
  • Meski bertujuan membantu daya  beli masyarakat, pasar murah diminta tidak diadakan berdekatan dengan pasar tradisional.

 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Murah memang relatif, tetapi kebutuhan rumah tangga mutlak didapat meski harga sedikit miring.

Daging ayam ras dan gula mendadak jadi favorit emak-emak di Bangkalan setelah dijual dengan harga lebih murah, Kamis (11/12/2025).

Itu terlihat dalam kegiatan pasar murah di GOR Sunan Mertoyoso, Desa Martajasah, Kota Bangkalan yang juga dipantau Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Puluhan emak-emak rela mengantre demi membeli kebutuhan pokok di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya daging ayam ras dan gula.

Dalam pasar murah itu, harga daging ayam ras dijual dari Rp 39.500 menjadi Rp 30.000 per KG, gula pasir dari harga Rp 16.250 menjadi Rp 14.000 per KG, Minyakita dari Rp 17.750 menjadi Rp 13.000 per liter, telur ayam ras dari Rp 29.000 menjadi Rp 22.000 per KG.

Selisih harga yang drastis justru terjadi pada bumbu dapur. Seperti bawang merah dari Rp 53.000 menjadi Rp 28.000 per KG atau Rp 7.000 per 250 gram, Bawang putih dari Rp 33.000 menjadi Rp 24.000 per KG atau Rp 6.000 per 250 gram.

Kecuali tepung terigu yang tidak bergeming di harga Rp 10.000 per KG. Sementara beras premium dari Rp 15.000 menjadi Rp 14.000 per KG atau hanya selisih Rp 1.000, dan beras SPHP dari harga Rp 13.000 menjadi Rp 11.000 per KG. 

“Harga daging ayam Rp 30.000 untuk satu ekor, di pasar sekitar Rp 40.000, semua lebih murah di sini. Saya juga membeli beras, telur, dan minyak goreng. Saya mendapatkan informasi ada pasar murah yang disebarkan di grup-grup WhatsApp,” ungkap seorang ibu rumah tangga, Siti Hanifah. 

Dekatkan Daya Beli Masyarakat

Gubernur Khofifah mengungkapkan, pasar-pasar murah merupakan upaya Pemprov Jawa Timur untuk menyapa masyarakat dan mendekatkan pemenuhan sembako agar daya jangkau masyarakat bisa terpenuhi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

“Selepas Nataru masuk bulan Ramadhan, lanjut Idul Fitri. Kami punya tugas bersama-sama melakukan penjangkauan dari pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat, terutama untuk bisa melakukan stabilisasi harga-harga sembako,” ungkap Khofifah didampingi Kabulog Wilayah Madura, Ahmad Rofii dan Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Bangkalan, Moh Rasuli. 

Meski pasar murah bukan sebagai kompetitor, Khofifah berpesan jangan dilaksanakan berdekatan dengan pasar tradisional. 

Keberadaan pasar murah disebutnya sebatas melakukan penjangkauan agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sembako dengan harga terjangkau. 

“Jadi yang dilakukan Pemprov Jatim adalah komplementaritas dari apa yang dilakukan bupati/wali kota se-Jawa Timur. Kemarin kami melakukannya di Sawotratap, hari ini di Bangkalan, besok In Syaa Allah di Lumajang. Mengikuti saja di mana rute perjalanan kami untuk menyapa masyarakat melalui pasar-pasar murah,” pungkasnya. *****

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved