Jelang Nataru, Harga Cabai di Pasar Lamongan Tembus Rp 80.000/Kilogram
Harga cabai, di sejumlah pasar di Kabupaten Lamongan menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Sepekan terakhir, harga cabai di pasar tradisional Kabupaten Lamongan alami kenaikan. Kini tembus Rp 80.000/kg untuk cabai rawit dan Rp 70.000/kg untuk cabai keriting. Sebelumnya harga di kisaran Rp 45.000/kg
- Kepala (Disperindag Lamongan, Anang Taufik, mengatakan naiknya harga cabai, dipengaruhi hasil panen yang tak maksimal. Musim hujan, tanaman cabai rawan terkena penyakit
- Untuk menjaga stabilitas harga jelang libur Nataru, Disperindag Lamongan menggelar pasar murah di tingkat kecamatan
SURYA.CO ID LAMONGAN - Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) harga sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan
Seperti harga cabai, di sejumlah pasar di Kabupaten Lamongan menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.
Pantauan di sejumlah pasar, harga cabai rawit berada saat ini di kisaran Rp 75 ribu sampai Rp 80 ribu per kilogram.
Baca juga: Traffic Light JLU Sidokumpul Lamongan Bermasalah, Hanya Lampu Peringatan yang Aktif
Sementara harga cabai merah keriting di kisaran Rp 70 ribu per kilogram.
Kenaikan Terjadi Sepekan Terakhir
Menurut salah satu pedagang di Pasar Rakyat Sidomulyo Lamongan, Maisaroh, kenaikan harga cabai sudah terjadi sekitar sepekan terakhir.
"Sebelumnya, satu kilo harganya Rp 45 sampai Rp 48 ribu," kata Maisaroh, Rabu (10/12/2025).
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Bojonegoro Naik Jelang Nataru, Tembus Rp92 Ribu/Kg
Selain cabai, komoditas lain harganya merangkak naik adalah bawang merah. Di pasaran, harga bawang merah saat ini mencapai Rp 55 ribu per kilogram.
"Seminggu lalu, bawang masih Rp 40 ribu per kilogram," kata Maisroh.
Musim Hujan Pengaruh Panen Cabai
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Anang Taufik, mengatakan naiknya harga beberapa komoditas, khususnya cabai, dipengaruhi sejumlah faktor.
Faktor utamanya, hasil panen cabai yang tidak maksimal.
Seperti yang terjadi di wilayah Lamongan utara seperti Laren dan Solokuro, yang menjadi sentra penghasil cabai.
"Musim hujan seperti saat ini, tanaman cabai rawan terkena penyakit, sehingga hasil panen tidak maksimal," kata Anang.
Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan cabai hanya mengandalkan pasokan dari luar Lamongan.
Tapi juga bukan berarti tanpa kendala. Sebab produktivitas cabai di daerah lain juga terpengaruh oleh kondisi cuaca.
SURYA.co.id
Kabupaten Lamongan
Multiangle
Meaningful
Lamongan
cabai
Kepala Disperindag Lamongan Anang Taufik
| Daftar Desa di Nganjuk Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Mulai Bergerak |
|
|---|
| Tata Cara Sholat Tahajud, Niat, dan Keutamaannya: Kunci Ketenangan Hati dan Keberkahan Hidup |
|
|---|
| Persebaya Surabaya Kehilangan Dua Pilar Penting di Akhir Musim |
|
|---|
| Lirik Lagu Subhanallah Wabihamdihi - Nissa Sabyan Lengkap Arab, Latin dan Artinya |
|
|---|
| One Global Resorts Ekspansi di Sydney, Hadirkan Hotel Urban Resort Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Selain-cabai-komoditas-lain-harganya-merangkak-naik-adalah-bawang-merah.jpg)