Minggu, 26 April 2026

Pohon Natal dari Bambu di GKJW Jombang, Proses Pembuatannya Selama 3 Minggu

Potongan-potongan bambu itu ada sekitar 220 bagian dari total 90 batang disusun rapi

Surya.co.id/Anggit Puji Widodo
NATAL - Tampak pohon natal dari bambu yang berada di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (10/12/2025). Proses pembuatan pohon bambu tersebut memakan waktu dua hingga tiga minggu. 

Ringkasan Berita:
  • Pohon Natal yang terbuat bambu di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
  • Proses pembuatan pohon natal bambu tersebut memakan waktu dua hingga tiga minggu. Jemaat bekerja bergantian, mengukur, memotong, hingga merangkai tiap bagian agar berdiri kokoh.
  • ahun ini, gereja juga menggelar Festival Pohon Natal yang melibatkan sepuluh kelompok jemaat. Mereka diminta membuat pohon natal dari bahan daur ulang

 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Pohon Natal yang terbuat dari susunan ratusan bambu tersaji di sudut ruang ibadah Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Tempat ibadah  di Jalan Adityawarman itu memilih menghadirkan karya sederhana namun sarat simbol, pohon natal setinggi enam meter, dirangkai dari bambu-bambu bekas yang kembali diberi kehidupan.

Saat memasuki ruang gereja, aroma bambu kering bercampur cahaya lampu-lampu kecil menyambut jemaat. 

Baca juga: Banjir Pesanan, Pohon Natal Produksi Warga Blitar Ini Banyak Dipesan Hotel dan Kafe

Potongan-potongan bambu itu ada sekitar 220 bagian dari total 90 batang disusun rapi membentuk sebuah menara yang menyerupai pohon natal. 

Lampion berbahan alami menggantung di sela-selanya, menawarkan nuansa hangat dan bersahaja, seakan mengajak siapa pun yang memandang untuk sejenak menenangkan hati.

Bambu Sederhana Namun Akarnya Kuat

Di balik karya itu, tersimpan pesan yang lebih dalam dari sekadar estetika.

Vikar GKJW Jombang, Zefta Bagus Nugroho, menjelaskan bahwa pilihan pada bambu bukanlah kebetulan. 

"Bambu itu sederhana, tetapi akarnya kuat sekali. Ia bisa tumbuh tinggi, tapi tetap lentur. Itu mengingatkan kita pada kerendahan hati," ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/12/2025). 

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur dan Bawang Merah di Kota Blitar Naik

Menurutnya, karakter bambu selaras dengan teladan kesederhanaan yang dibawa Yesus dalam kelahiran-Nya.

Bambu yang mampu bertahan di berbagai musim juga mencerminkan keteguhan iman, terutama ketika umat menghadapi badai kehidupan. 

Lebih dari itu, fakta bahwa sebagian besar bambu yang digunakan merupakan limbah menjadi simbol tersendiri, yakni gambaran bahwa kasih hadir bagi mereka yang kerap dipandang sebelah mata.

Proses pembuatan pohon bambu tersebut memakan waktu dua hingga tiga minggu.

Jemaat bekerja bergantian, mengukur, memotong, hingga merangkai tiap bagian agar berdiri kokoh. 

"Dari tangan-tangan itulah, limbah bambu berubah menjadi instalasi yang bukan hanya indah, tetapi juga kaya makna spiritual," katanya melanjutkan. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved