Harga Cabai Rawit di Bojonegoro Naik Jelang Nataru, Tembus Rp92 Ribu/Kg
Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro naik signifikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru
Penulis: Misbahul Munir | Editor: irwan sy
Ringkasan Berita:
- Harga cabai rawit merah di Bojonegoro naik drastis menjelang Nataru 2025/2026, mencapai Rp92.000/kg.
- Kenaikan dipicu peningkatan permintaan masyarakat dan penurunan pasokan akibat faktor cuaca ekstrem (curah hujan tinggi).
- Disdagkop-UM Bojonegoro terus berkoordinasi meski daerah pemasok juga mengalami keterbatasan pasokan.
- Harga cabai Bojonegoro termasuk tertinggi ketiga di Jatim, dan kenaikan ini disiasati pedagang dengan mengoplos cabai.
SURYA.co.id, BOJONEGORO – Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro naik signifikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Komoditas bumbu dapur tersebut kini menembus angka Rp92 ribu per kilogram.
Baca juga: Polda Jatim Latih Personel Polres Bojonegoro untuk Peningkatan Kemampuan Tanggap Bencana
Berdasarkan pantauan di pasar tradisional kota Bojonegoro harga cabai rawit merah di pasar tradisional berkisar antara Rp85-92 ribu per kilogram.
Kenaikan ini dirasakan cukup memberatkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop-UM) Bojonegoro, Retno Wulandari, mengatakan lonjakan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat, sementara pasokan dari petani mengalami penurunan.
"Pasokan dari daerah sentra terbatas karena faktor cuaca,” ujar Retno, pada selasa (9/12/2025).
Curah Hujan TInggi Jadi Penyebab
Menurutnya, tingginya curah hujan dan kelembaban udara memengaruhi produktivitas tanaman cabai di tingkat petani.
Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen menurun sehingga suplai ke pasar tidak maksimal.
“Produksi di tingkat petani menurun karena faktor cuaca. Akibatnya, pasokan ke pasar juga ikut berkurang,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok, lanjut Retno pihaknya terus melakukan koordinasi dengan daerah-daerah pemasok cabai yang selama ini menyuplai kebutuhan Bojonegoro.
“Kami rutin berkoordinasi dengan daerah pemasok. Namun saat ini kondisinya hampir sama, karena mereka juga mengalami keterbatasan pasokan,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga cabai rawit merah di Bojonegoro tercatat sebagai yang tertinggi ketiga di Jawa Timur, setelah Lumajang dan Ngawi.
Lonjakan harga tersebut diperkirakan masih berpotensi terjadi selama permintaan tinggi dan kondisi cuaca belum membaik.
Sementara itu, naiknya harga cabai ini bagi masyarakat sudah menjadi hal yang lumrah tiap kali menjelang hari-hari besar seperti Natal dan Tahun Baru.
| Suluk Sholawat Faya Ayyuharroju Lengkap Teks Arab, Latin dan Artinya |
|
|---|
| Lirik Lagu Allahumma Labbaik Nissa Sabyan yang Viral saat Musim Haji |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Kembali Copot Pejabat Kemenkeu, Buntut Masalah Pajak Rp25 Triliun |
|
|---|
| Niat Puasa Qadha Ramadan karena Haid: Panduan Lengkap Cara Bayar Utang |
|
|---|
| Nongkrong Asik di Nganjuk, Djoglo Bercakap Dari Bakmi Nyemek Hingga Steak Platter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/CABAI-RAWIT-Harga-cabai-rawit-merah-di-sejumlah-pasar-tradisional-Bojonegoro.jpg)