Selasa, 2 Juni 2026

15 Kampung Siap Hadapi Perubahan Iklim, Bupati Lumajang : Jadikan Proklim Gerakan Masyarakat

Capaian ini adalah bukti bahwa pola pembinaan di Lumajang berjalan berkesinambungan. Setiap kampung yang tergabung dalam Proklim

Tayang:
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Deddy Humana
Istimewa/SURYA.CO.ID
PERUBAHAN IKLIM - Bupati Lumajang meninjau lokasi bencana banjir akibat cuaca di wilayah Rowokangkung dan Jatiroto Lumajang. Terbaru, puluhan kampung di Lumajang dianggap siap menghadapi perubahan iklim. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 51 kampung di Lumajang resmi menjafi Kampung Iklim (proklim) karena dinilai siap menghadapi perubahan iklim.
  • Masyarakat Lumajang diakui tidak hanya semakin terlibat, tetapi juga makin matang dalam menjalankan aksi mitigasi dan adaptasi iklim.
  • Proklim dinilai dari kemampuan masyarakat yang semakin memahami resiko iklim, termasuk banjir, kekeringan, dan perubahan pola cuaca ekstrem.

 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Sebanyak 51 kampung di Kabupaten Lumajang dinilai siap menghadapi perubahan iklim.

Data terbaru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang menunjukkan, hingga tahun puluhan lokasi tersebut resmi terdaftar sebagai Kampung Iklim (Proklim) yang tersebar di 18 kecamatan.

Kepala DLH Lumajang, Hertutik menjelaskan bahwa Proklim di daerahnya berkembang signifikan dari tahun ke tahun. 

Dari 51 lokasi tersebut, empat berhasil mencapai kategori Lestari, enam lokasi meraih kategori Utama Trophy, tiga puluh satu masuk kategori Utama Sertifikat, enam berada pada tingkat Madya, dan tujuh lainnya tengah menunggu pengesahan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurut Hertutik, distribusi ini membuktikan bahwa masyarakat Lumajang tidak hanya semakin banyak terlibat, tetapi juga makin matang dalam menjalankan aksi mitigasi dan adaptasi iklim.

“Capaian ini adalah bukti bahwa pola pembinaan di Lumajang berjalan berkesinambungan. Setiap kampung yang tergabung dalam Proklim mendapatkan pendampingan dan arahan yang terstruktur sehingga benar-benar siap merespons ancaman iklim di tingkat lokal,” ungkap Hertutik, Selasa (2/12/2025).

Hertutik menegaskan bahwa keberhasilan Proklim di Lumajang tidak hanya diukur dari jumlah lokasinya, tetapi dari kemampuan masyarakat yang semakin memahami resiko iklim, termasuk banjir, kekeringan, dan perubahan pola cuaca yang ekstrem.

Sementara Bupati Lumajang, Indah Amperawati turut memberikan apresiasi. Menurutnya, Proklim di Lumajang harus terus bergerak sebagai gerakan masyarakat, bukan sekadar program yang digerakkan pemerintah.

“Kami ingin Proklim menjadi bagian dari pola hidup warga. Masyarakat bisa mengelola resiko iklim, menjaga lingkungannya, dan membangun ketahanan bersama,” tegas Bupati Indah.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan 51 kampung tersebut menjadi modal penting bagi Lumajang dalam memperkuat ketahanan iklim ke depan. 

Di bawah kerangka kebijakan daerah dan inisiatif warga, Proklim diharapkan mampu menciptakan desa-desa yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim dan dampak lingkungannya. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved