Rabu, 22 April 2026

Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Buruh

Aksi ratusan buruh yang tergabung dalam DPC SP/SB SEKBER Gresik berlangsung damai dan tertib saat menyuarakan tuntutan

Penulis: Willy Abraham | Editor: Fatkhul Alami
Surya.co.id/Willy Abraham
DIALOG dengan BURUH - Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir (kiri) dan Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani menemui dan berdialog dengan buruh yang menggelar aksi di halaman kantor Pemkab Gresik, Selasa (25/11). 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 820 buruh dari empat zona wilayah Gresik melakukan aksi terkoordinasi sambil membawa sejumlah tuntutan.
  • Aksi berlangsung kondusif berkat pengamanan humanis aparat gabungan TNI-Polri.
  • Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir menegaskan, lembaga legislatif berdiri bersama buruh.
 

 

SURYA.co.id | GRESIK - Aksi ratusan buruh yang tergabung dalam DPC SP/SB SEKBER Gresik berlangsung damai dan tertib saat menyuarakan tuntutan mereka di halaman kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Selasa (25/11/2025).

Di balik dialog yang digelar bersama pemerintah daerah, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir menyampailan sejumlah komitmen tegas untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh sekaligus menjaga stabilitas iklim investasi daerah.

Sebanyak 820 buruh dari empat zona wilayah melakukan aksi terkoordinasi sambil membawa sejumlah tuntutan strategis, mulai dari rekomendasi kenaikan UMK, penguatan Unit Reaksi Cepat (URC) Disnaker, hingga kepastian perlindungan bagi pekerja jika ada perusahaan yang berpotensi pailit.

Aksi berlangsung kondusif berkat pengamanan humanis aparat gabungan TNI-Polri.

Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra memastikan pengamanan dilakukan tanpa senjata api dan fokus pada pelayanan untuk menjamin keamanan massa aksi.

Dalam forum dialog di Ruang Putri Cempo, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir menegaskan, lembaga legislatif berdiri bersama buruh untuk memastikan setiap hak pekerja terpenuhi. Ia menyampaikan bahwa DPRD siap menanggung penuh anggaran operasional URC Disnaker pada tahun 2026 guna memperkuat layanan cepat terhadap pelanggaran hak normatif.

Syahrul juga menegaskan bahwa permintaan kenaikan upah buruh sepenuhnya menunggu juknis dari pemerintah pusat, namun Gresik dipastikan akan mengikuti keputusan nasional.

“Permintaan kenaikan buruh menunggu juknis lebih lanjut. Pada dasarnya kita mengikuti keputusan dari pusat,” tegas Syahrul Munir.

Ia menambahkan bahwa penguatan URC Disnaker sangat penting agar persoalan buruh dan perusahaan dapat ditangani cepat dan efektif.

“Kita sepakat untuk pendampingan kepada buruh dengan memperkuat unit reaksi cepat disnaker agar pendampingan dalam persoalan buruh dan pabrik bisa maksimal,” lanjutnya.

Mengakhiri pernyataannya, Syahrul menekankan harapan agar buruh terus menjaga kondusifitas daerah.

“Harapan kaum buruh di Gresik makin sejahtera dan tetap jaga kondusifitas di Kabupaten Gresik agar iklim investasi dan geliat ekonomi serta kebutuhan tenaga kerja tetap terjaga,” ujarnya.

Selain Syahrul Munir, dialog juga dihadiri Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, Kadisnaker Zainul Arifin, dan Wakapolres Gresik. Perwakilan 12 ketua DPC SP/SB menyampaikan sejumlah tuntutan penting, di antaranya

Rekomendasi kenaikan UMK 8,5–10 persen; Penguatan URC dan alokasi anggaran 2026; Pemerintah diminta hadir menangani perusahaan berpotensi pailit untuk mencegah PHK massal; Prioritas tenaga kerja lokal, termasuk di KEK JIIPE; Perbaikan layanan UHC dan sinkronisasi prosedur LP Laka Lantas bagi pekerja.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved