MoU Dengan KBRI Malaysia, Pemkab Gresik Jamin Identitas Dan Pendidikan Anak-Anak Pekerja Migran
tanpa identitas anak-anak tidak akan bisa mengenyam pendidikan, mulai dari Pendidikan Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi (PT).
Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
Selama ini kerja sama dengan pemerintah sudah terjalin, sehingga memungkinkan hadirnya guru dan fasilitas pendidikan. Sementara di Semenanjung Malaysia, dukungan lebih banyak dari masyarakat melalui sanggar belajar.
“Awalnya hanya ada tiga sanggar, sekarang sudah berkembang menjadi 78 sanggar belajar dengan lebih dari 2.600 murid. Itu semua hasil gotong royong masyarakat, CSR perusahaan, dan partisipasi perguruan tinggi,” kata Hermono.
Hermono juga menegaskan, kunci perlindungan pekerja migran memang berada di pemda sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017. Karena itu, langkah Pemkab Gresik disebutnya sebagai model yang harus diperluas.
“Apa yang dilakukan Bupati Gresik adalah pioneer. Kita tidak ingin ada satu generasi yang tersingkirkan hanya karena mereka adalah anak pekerja migran. MoU ini harus menjadi contoh agar lebih banyak kepala daerah peduli dan berkomitmen,” pungkasnya. *****
Pekerja Migran Indonesia (PMI)
pekerja migran Gresik
perlindungan anak PMI
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)
KBRI Malaysia
pendidikan anak migran
Gresik
SURYA.co.id
| Rekam Jejak Syaifuddin Zuhri, Sosok Politisi PDIP yang Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Surabaya |
|
|---|
| Laga Tandang Krusial, Persik Kediri Siap Curi Poin di Markas PSM Makassar |
|
|---|
| Pusaran Angin Puting Beliung di Timur Jembatan Suramadu, Bisa Sapu Permukiman Pesisir |
|
|---|
| Catat Rekor 2.947 CJH Jember Siap Berangkat Haji, Terbanyak se-Jawa Timur |
|
|---|
| Lawan Malut United, Persebaya Surabaya Harus Rotasi, Bruno dan Ernando Masih Cedera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/KAI-anak-PMI-Gresik.jpg)