Anggota Banser Tangerang Dianiaya, GP Ansor Lamongan Minta Polisi Usut Secara Transparan Dan Adil
Banser merupakan kader militan GP Ansor yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan keamanan sosial.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID LAMONGAN - Dugaan penyerangan dan penganiayaan terhadap anggota Banser di Kota Tangerang belum lama ini, terus menyulut reaksi luas.
Gerakan Pemuda Ansor Lamongan pun mendesak polisi segera mengusut kasus itu agar persoalan tidak berkepanjangan.
Sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan atas yang dialami kader Banser bernama Rida di Tangerang itu, Ansor Lamongan menggelar doa bersama, Minggu (28/9/2025) malam.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Lamongan, M Muhlisin mengatakan, doa bersama ini merupakan bentuk solidaritas dan keprihatinan dengan kejadian yang dialami kader.
“Ini aksi solidaritas kami untuk sahabat Rida, kader militan Ansor yang jadi korban penganiayaan di Tangerang," kata Muhlisin kepada wartawan, Senin (29/9/2025).
Muhlisin mendesak aparat penegak hukum agar secepatnya mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap anggota Banser. Ia menegaskan, penganiayaan tersebut merupakan kriminal murni yang tidak bisa ditoleransi dan berlarut-larut begitu saja.
"Polisi harus bergerak cepat menangkap semua pelakunya, kalau kasus ini dibiarkan, kami khawatir akan terjadi di daerah lain," ungkapnya.
Proses hukum dalam penanganan kasus penganiayaan yang menimpa anggota Banser tersebut juga harus dilakukan secara transparan dan adil. "Jangan sampai ditutupi atau melindungi pelaku," tegasnya.
Menurutnya, Banser merupakan kader militan GP Ansor yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan keamanan sosial.
Kekerasan terhadap kader Banser bukan sekadar serangan individu, melainkan juga pukulan terhadap nilai-nilai kebangsaan yang dijunjung GP Ansor dan Banser.
"Ketika ada kader menjadi korban kekerasan, itu alarm bagi kita semua. Jangan biarkan kekerasan jadi alat menyelesaikan perbedaan," tegasnya.
Muhlisin mengimbau seluruh kader Ansor dan Banser di Lamongan tetap tenang dan menjaga kondusivitas, serta mempercayakan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat hukum. "Solidaritas kita tetap satu barisan. Tetapi sikap kita jelas, hukum harus ditegakkan," tandasnya.
Sebelumnya, seorang anggota Banser bernama Rida menjadi korban penganiayaan dari sekelompok orang saat menghadiri pengajian yang dihadiri Habib Bahar Smith di Tangerang.
Insiden yang menimpa Rida tersebut viral di media sosial hingga publik ramai mengecam tindakan penganiayaan tersebut dan menuntut aparat hukum bertindak.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian wajahnya dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. *****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Ansor-Lamongan-kecam-penganiayaan.jpg)