Rabu, 29 April 2026

Warga Madiun Gelar Tradisi Unik Saat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Masyarakat Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jatim, memiliki tradisi unik dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
REBUTAN - Masyarakat Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, saling berebut mengambil jajan pasar, cemilan hingga perabotan rumah tangga pada momen Peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW, Kamis (4/9/2025) malam. 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Sebanyak 2 buah gunungan jajanan pasar masing-masing setinggi 2 meter, dikeluarkan di tengah kerumunan masyarakat Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (4/9/2025) malam.

Selain itu, warga juga menggantungkan berbagai perabotan rumah tangga di seutas tali sepanjang 7 meter. Total ada 6 tali yang dipasang di bagian atap rumah warga.

Setelah membacakan doa bersama-sama, para warga langsung beranjak dari tempat duduknya, dan saling berlomba-lomba mengambil isi dari 2 buah gunungan. 

Bahkan, tidak ketinggalan, gantungan perabotan rumah tangga juga ikut diperebutkan.

Tidak sampai hitungan jam, 2 buah gunungan dan gantungan perabotan rumah tangga sudah ludes diborong masyarakat. 

Acara itu, selanjutnya ditutup dengan selawatan.

“Ini dalam rangka memperingati Hari Lahir Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah dapat jajan, mangkok, kursi plastik,” kata warga setempat bernama Nur Hayati.

Menurutnya, tradisi ini diperingati rutin tiap tahun. Ia meyakini, setiap benda yang dihadirkan memiliki keberkahan dan kemuliaan bagi masyarakat.

“Senang rasanya, bisa pulang ke rumah membawa barang-barang ini,” ucapnya.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat, Supriadi (56) mengatakan bahwa tradisi yang diadakan bisa menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya anak dan cucu mendatang.

“2 buah gunungan dan lain sebagainya, sengaja dihadirkan untuk menarik minat masyarakat. Serta menghormati maupun melestarikan budaya,” imbuhnya.

Dengan melibatkan semua elemen, baik ibu-ibu maupun anak-anak, Supriadi memaknainya sebagai upaya meneladani sifat Rasulullah SAW.

“Semoga mendapat rezeki yang barokah, keberkahan dan mengingat sosok agung sekaligus mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad,” pungkasnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved