Pasar Baru Pandaan Terbakar, Pemkab Pasuruan Prioritaskan Relokasi Berjualan Untuk Pedagang

Budi juga menegaskan area kebakaran belum boleh dimasuki pedagang, termasuk untuk mengambil barang dagangan yang tersisa.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/Galih Lintartika (Galih)
BERI DUKUNGAN - Sekda Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko bertemu para pedagang saat mendatangi Pasar Pandaan, Jumat (29/8/2025). Pemda menyiapkan relokasi para pedagang setelah pasar itu terbakar sehari sebelumnya. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Puluhan pedagang di Pasar Baru Pandaan, Kabupaten Pasuruan menjadi korban setelah terjadi kebakaran di pasar besar itu, Kamis (28/8/2025) malam. 

Kebakaran itu menghanguskan puluhan kios dan lapak sehingga membuat para pedagang kehilangan tempat berjualan.

Api berkobar di area tengah los pedagang ayam, ikan, dan sayur, menghanguskan puluhan kios dan lapak sejak pukul 22.00 WIB.

Dari pendataan sementara, sebanyak 10 kios dan 35 lapak ludes terbakar, sementara 36 kios dan lapak lainnya ikut terdampak. Hingga Jumat (29/8) siang, jumlah total pedagang yang terdampak tercatat mencapai 91 orang.

Kepala Pasar Baru Pandaan, Budi Santoso mengaku, pihaknya masih terus melakukan pendataan agar kerugian bisa dipastikan secara akurat.

Budi juga menegaskan area kebakaran belum boleh dimasuki pedagang, termasuk untuk mengambil barang dagangan yang tersisa.

“Lokasi masih ditutup karena menunggu penyelidikan kepolisian. Semua pedagang dilarang mengambil barang-barang di dalam,” tegas Budi.

Kebakaran ini menjadi perhatian warga dan pengunjung pasar. Banyak di antara mereka yang berhenti sejenak untuk melihat kondisi lapak dan kios yang terbakar.

Sementara Pemkab Pasuruan memastikan akan segera merelokasi pedagang terdampak agar bisa kembali berjualan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko menyampaikan, pihaknya telah meninjau lokasi dan memetakan area yang bisa digunakan sebagai tempat relokasi.

“Beberapa titik di dalam pasar masih memungkinkan untuk dipakai. Relokasi akan segera kita lakukan agar pedagang bisa kembali berjualan,” kata Yudha.

Menurutnya, relokasi mendesak dilakukan karena sebagian besar pedagang menggantungkan hidup hanya dari aktivitas berdagang kebutuhan pokok di pasar tersebut.

“Agar roda perekonomian mereka pulih, relokasi harus cepat. Kami tidak ingin para pedagang terlalu lama terbebani,” tutupnya. ****

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved